top ear
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Krempyeng, RT 005/RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (28/2/2021). Warga membangun pasar yang buka setiap Minggu untuk memasarkan produk warga setempat. (Solopos.com-Wahyu Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Krempyeng, RT 005/RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (28/2/2021). Warga membangun pasar yang buka setiap Minggu untuk memasarkan produk warga setempat. (Solopos.com-Wahyu Prakoso)

Pasar Krempyeng Dihelat Solo demi Berdayakan Ekonomi Warga

Kampung KB RW 011, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo menghelat pasar krempyeng untuk pemberdayaan ekonomi warga.
Diterbitkan Jumat, 5/03/2021 - 05:20 WIB
oleh Solopos.com/Wahyu Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Pengurus Kampung KB RW 011, Minggu (28/1/2021), meresmikan pasar krempyeng sebagai wadah pemberdayaan ekonomi warga di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah. Pasar krempyeng itu dijadikan Solo sebagai solusi untuk menawarkan produk warga setempat.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, belasan pedagang menjual berbagai kerajinan serta kuliner, antara lain koja atau keramba, sabun cair cuci tangan, aksesori dari limbah bahan pakaian, dan jenang.

Baca Juga: Ini Keunggulan Bengalore Penyebab Elon Musk Bikin Pabrik Tesla di India

Empat anak usia sekolah merajut keramba untuk mengisi waktu luang dan menambah uang saku selama pembelajaran jarak jauh. Tenda untuk pasar dibangun di tanggul wilayah setempat yang akan buka setiap Minggu pagi.

Pengusaha Baru

Ketua Pokja Kampung KB RW 011 Kelurahan Sangkrah, Sukini, menjelaskan warga yang berjualan merupakan pedagang baru dan pedagang yang sudah memiliki usaha. Warga setempat banyak yang menjalankan usaha di rumah.

“Pasar ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Yang terdaftar 13 pedagang. Pasar akan kami kembangkan lagi dengan menambah tenda atau payung,” kata dia kepada Solopos.com.

Baca Juga: Landainya Kasus Covid-19 Bikin Tesla Makin Yakin Bikin Pabrik di India

Salah satu kader atau pengurus Kampung Makmur Sangkrah, Anissa Nur Cahya, 53, ibu-ibu setempat memproduksi sabun, aksesori, dan teh sereh tapi terkendala pemasaran. Dia berharap pasar bisa meningkatkan penjualan produk warga setempat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solo, Purwanti, menjelaskan usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera merupakan bagian dari program Bangga Kencana. Salah satu tujuan Kampung KB untuk mengentaskan kemiskinan dan kini Kota Solo memiliki 17 Kampung KB yang sudah terbentuk.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya