[ X ] CLOSE

Pasar Kebonagung Boyolali Masih Sepi, Pedagang Oprokan Pilih Jualan di Pinggir Jalan

Pasar Kebonagung yang rencananya menggantikan fungsi Pasar Mangu Boyolali masih sepi setelah rampung dibangun sekitar dua tahun lalu.
Pasar Kebonagung Boyolali Masih Sepi, Pedagang Oprokan Pilih Jualan di Pinggir Jalan
SOLOPOS.COM - Pasar Kebonagung Boyolali. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI – Akses jalan masuk ke kawasan Pasar Kebonagung di sebelah utara Bandara Adi Soemarmo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, mulai dibuka. Akses jalan beton itu membuat kawasan pasar terlihat dari tepi jalan utama Nogosari-Mangu.

Sebelumnya, akses menuju pasar diarahkan melewati kompleks Perumahan AURI Ngesrep. Hal itu membuat Pasar Kebonagung terkesan terpencil dan tidak terlihat dari jalan raya.

Sebagai informasi, Pasar Kebonagung rencananya bakal menggantikan fungsi Pasar Mangu yang terletak di Dukuh Mangurejo, Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali. Kawasan pasar bakal direlokasi sekitar 300 meter ke arah timur di Pasar Kebonagung.

Relokasi ini menyusul kondisi Pasar Mangu yang tidak memungkinkan lagi menampung ratusan pedagang. Puluhan pedagang oprokan meluber hingga ke bibir jalan. Akibat letaknya yang tepat berada di tepi jalan utama, aktivitas pedagang di Pasar Mangu dinilai sebagai penyebab utama kemacetan di jam-jam sibuk.

Sementara itu, Pasar Kebonagung yang terletak di Dukuh Kebonagung, Desa Ngesrep, dibangun berjarak 300 meter dari jalan raya untuk menghindari kemacetan akibat aktivitas pedagang. Meski akses masuk sudah dibuka, belum terlihat aktivitas pedagang di deretan kios maupun los.

Sebaliknya, sejumlah tanaman liar mulai merambat lantaran bangunan dibiarkan mangkrak sekitar dua tahun pasca-pembangunan. Rumput-rumput liar itu terlihat di antara paving halaman serta pintu pada bangunan kios baru.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Minggu (26/1/2020) siang, aktivitas pedagang tetap terpusat di pasar lama. Sejumlah pedagang oprokan yang menjajakan sayur tetap menggelar dagangan di pinggiran jalan Nogosari-Mangu.

Di siang hari, sejumlah pedagang oprokan memasuki kawasan pasar dan memilih berjualan di area oprokan sisi belakang yang sebelumya tidak digunakan.

“Ini belum resmi, namun kalau siang kami pilih berdagang di dalam, kalau pagi baru di luar,” ujar salah satu pedagang, Siti.

Kendati begitu, Siti belum mendengar kabar pasti mengenai waktu relokasi total dari Pasar Mangu ke Pasar Kebonagung. Senada dengan Siti, Kepala Desa Ngesrep, Joko Widodo, mengatakan belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait relokasi pasar.

“Kalau dari desa manut saja,” tutur Joko Widodo.

Sementara itu, pembangunan tahap IV Pasar Kebonagung dilakukan mulai Oktober hingga Desember 2019. Proyek fasilitas umum itu menelan biaya sekitar Rp1,6 miliar.

Pembangunan itu menyasar sisi timur Pasar Kebonagung, di antaranya pemasangan paving block dan pembangunan tembok.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago