Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pasar Jongke-Kabangan Solo Bakal Digabung, Pedagang Ngaku Belum Tahu

Sejumlah pedagang Pasar Jongke Solo mengaku belum tahu rencana Pemkot menggabungkan pasar tersebut dengan Pasar Kabangan pada revitalisasi mendatang.
SHARE
Pasar Jongke-Kabangan Solo Bakal Digabung, Pedagang Ngaku Belum Tahu
SOLOPOS.COM - Kondisi Pasar Jongke Solo yang akan direvitalisasi dan digabung dengan Pasar Kabangan. Foto diambil Rabu (29/6/2022). (Solopos/Afifa Enggar Wulandari)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pedagang Pasar Jongke di Jl Dr Radjiman, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, mengaku belum mengetahui rencana penggabungan atau pengintegrasian Pasar Kabangan dan Pasar Jongke.

Pemkot telah mendapatkan pemenang lelang konsultan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Jongke. Penandatanganan kontrak dengan pemenang lelang telah dilakukan pada Selasa (8/3/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Ihwal rencana konsep penggabungan Pasaar Jongke dengan Pasar Kabangan sebelumnya dibocorkan oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada awal Juni lalu.

Dia mengatakan Pasar Jongke dan Pasar Kabangan akan menjadi satu dengan mengusung konsep pasar era kolonial. Kolonial dimaksud yaknni seperti bangunan Pasar Gede, namun dengan ventilasi yang cukup serta penghijauan.

Sulastri, salah satu pedagang oprokan lantai dasar Pasar Jongke mengatakan hanya mengetahui rencana revitalisasinya. Tak sampai pada konsep integrasi dua pasar.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Jongke Solo, Sudah Ditunggu Pedagang Sejak 2010

“Kalau dibangunnya [revitalisasi] sudah tahu. Sejak lama itu ta. Tapi kalau digabung malah baru dengar,” jelasnya saat ditemui Solopos.com di pasar tersebut, Rabu (29/6/2022).

Lastri meyakini revitalisasi Pasar Jongke Solo akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Ia sempat melihat beberapa orang melakukan survei dan pengeboran. Namun ia mengaku tak tahu apa tujuannya.

“Kemarin ada yang ngebor tanah ya pasti bentar lagi pelaksanaannya. Tapi saya sendiri enggak tahu itu untuk ngecek apa lah pokoknya,” tuturnya.

Belum ada persiapan apa-apa dari Lastri. Ia masih menunggu kepastian kapan ia dan pedagang lain harus pindah dari Pasar Jongke Solo. Ia juga belum tahu di mana pasar darurat yang disiapkan Pemkot Solo nantinya.

Baca Juga : Wah, Revitalisasi Pasar Jongke Solo Disebut Lebih Mahal dari Pasar Legi

Pasar Darurat

“Belum, belum ada [persiapan]. Kan belum tahu pindah ke mana, baru selentingan saja,” tuturnya. Sama halnya dengan Yanto, penjual sepeda di Pasar Jongke tersebut juga belum mengetahui rencana pengintegrasian Pasar Kabangan dan Pasar Jongke Solo.

“Malah belum tahu nek itu. Kalau mau direnovasi tahu, tapi kalau digabung enggak. Wong itu kabar sudah sejak masane Pak Jokowi [Wali Kota],” tuturnya. Berdasarkan pantauan Solopos.com di Pasar Jongke, Rabu pukul 11.00 WIB, los penjualan sepeda tampak sepi. Los sepeda juga tak tampak dari jalan raya.

Tak ada persiapan apa pun terkait rencana revitalisasi pasar. Yanto juga masih belum tahu kapan dan ke mana ia harus pindah. Yang jelas, ia dan penjual sepeda di Jongke butuh pasar darurat. “Belum [persiapan]. Ya harus ada [pasar darurat] kalau enggak ada jualannya gimana,” jelasnya.

Menurutnya, rencana penggabungan dua pasar di kawasan Laweyan tersebut merupakan ide bagus. Sebagai pedagang sepeda, Yanto merasa beberapa tahun ini barang dan jasa yang ia jual sepi. “Tapi malah bagus noh. Kan jadi ramai, di sini hari-hari ya begini. Ramainya yang sayur belakang sana,” tuturnya.

Baca Juga: Butuh Rp100 Miliar, Seperti Apa Konsep Revitalisasi Pasar Jongke Solo?

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, membocorkan konsep revitalisasi Pasar Jongke di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Konsep revitalisasi Pasar Jongke disebut-sebut berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya di Kota Solo.

Pemkot Solo menyediakan area tengah untuk layanan perbankan, fasilitas publik, dan pendukung aktivitas pasar. Dia mengatakan Pasar Jongke dan Pasar Kabangan akan menjadi satu dengan mengusung konsep pasar kolonial. Kolonial yang dimaksud seperti bangunan Pasar Gede, namun dengan ventilasi yang cukup serta penghijauan.

Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi, mengatakan Wali Kota Solo ingin pasar di Pajang itu memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya, ruang khusus untuk layanan publik di tengah pasar. “Supaya kesan view-nya pasar di tengah itu bersih, hidup, dan mendukung kegiatan pasar,” ungkapnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode