Pantau Mobilitas Warga saat PPKM Darurat, Pemerintah Gunakan Data Facebook hingga NASA

Data yang dihasilkan dari tiga tools diklaim bisa menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum dalam PPKM Darurat di Jawa dan Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021.
Pantau Mobilitas Warga saat PPKM Darurat, Pemerintah Gunakan Data Facebook hingga NASA
SOLOPOS.COM - Transjakarta melintas di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai dilakukan pada 3-20 Juli 2021 di 63 titik, yang terdiri dari 28 titik di batas kota dan jalan tol. Hal ini dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Bisnis-Fanny Kusumawardhani)

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah memantau mobilitas warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menggunakan berbagai tools mulai dari Facebook Mobility, Google Traffic, hingga Night Lights dari NASA.

PromosiMengukur Urgensi Dana APBN untuk Proyek IKN

Data yang dihasilkan dari tiga tools ini diklaim bisa menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum dalam PPKM Darurat di Jawa dan Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi, mengatakan hari ini koordinator PPKM Darurat rapat dengan para Forkopimda di tiga provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Baca Juga: Izinkan TKA China Masuk Indonesia saat PPKM Darurat, Pemerintah Dinilai Lukai Rakyat

“Berdasarkan data yang dihimpun untuk melihat indikator mobilitas masyarakat menggunakan Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Lights dari NASA. Tiga indikator tersebut dibuat indeks komposit gabungan untuk menggambarkan mobilitas masyrakat secara umum,” ucap Jodi, Senin (5/7/2021).

Berdasarkan data yang telah dianalisis, pemerintah membutuhkan 50 persen penurunan mobilitas masyarakat. Hal ini untuk menurunkan jumlah kasus infeksi gelombang kedua virus corona yang didorong oleh varian delta yang lebih cepat menular.

“Berdasarkan analisis historis dibutuhkan penurunan mobilitas 30 persen untuk menurunkan jumlah kasus. Namun dengan varian delta, estimasi kami membutuhkan penurunan 50 persen mobilitas masyarakat,” pungkas dia.

Baca Juga: Krisis Oksigen RSUP Dr Sardjito, Dokter Berupaya Tuhan Maha Kuasa


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago