Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pantai Indrayanti Gunungkidul: Sejarah, Keindahan & Potensi Gelombang Tingginya

Pantai Indrayanti merupakan pantai populer di Kabupaten Gunungkidul yang banyak dikunjungi wisatawan karena keindahannya.
SHARE
Pantai Indrayanti Gunungkidul: Sejarah, Keindahan & Potensi Gelombang Tingginya
SOLOPOS.COM - Ratusan orang memadati kawasan Pantai Pulangsawal (Wisatawan sering menyebutnya Pantai Indrayanti), Kecamatan Tepus, saat libur lebaran lalu. Diprediksi, saat libur akhir tahun jumlah pengunjung di kawasan wisata di Gunungkidul melonjak hingga 200.000 orang. Foto diambil Rabu (30/7/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pantai Indrayanti atau Pantai Pulau Syawal yang ada di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, menjadi salah satu tempat wisata pantai terfavorit. Pantai ini memiliki keindahan yang sangat mengagumkan dan berpasir putih.

Sepanjang mata memandang, hamparan pasir putih membentang di pantai tersebut. Keindahan pantai itu juga semakin lengkap dengan air pantai yang bening berwarna biru.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Untuk menuju ke Pantai Indrayanti membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dari Kota Jogja. Pantai ini berjejeran dengan Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Krakal, dan Pantai Sundak. Jalan menuju Pantai Indrayanti cukup baik, namun pengungjung juga harus berhati-hati karena medan jalan naik turun melewati perbukitan.

Pantai Indrayanti ini tergolong pantai baru dibandingkan pantai-pantai lainnya. Namun, pantai ini langsung menyedot perhatian wisatawan karena keindahan pantainya.

Baca Juga: Meninggal Terseret Ombak di Pantai Indrayanti,Ini Sosok Profesor Samekto Wibowo

Sebelum dikenal masyarakat, Pantai Indrayanti awalnya tidak terkelola dengan baik. Sebenarnya, pantai ini namanya bukan Indrayanti, melainkan Pantai Pulang Syawal.

Saat itu, di pantai tersebut ada warung makan yang bernama Indrayanti. Seiring tingkat kunjungan wisatawan yang semakin banyak dan di lokasi pantai tidak ada papan nama sebagai identitas pantai selain papan nama warung atau kafe Indrayanti itu. Hingga akhrinya masyarakat mengenal pantai berpasir putih itu sebagai Pantai Indrayanti.

Dikutip dari artikel ilmiah berjudul Pesona Alam Pantai Indrayanti di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditulis Alif Yudistira, penyebutan nama Indrayanti sebenarnya hanya kebetulan saja. Hal ini karena banyaknya pengunjung dan tidak ada papan nama yang jelas selain nama kafe tersebut.

Baca Juga: Kasus Pemerkosaan Anak Difabel di Bantul, Polisi Tunggu Hasil Visum

Ketenaran pantai ini hingga akhrinya mengalahkan pantai lain yang lebih dahulu dikenal masyarakat, seperti Pantai Baron maupun Pantai Kukup.

Selain memiliki keindahan alam, kemungkinan wisatawan lebih nyaman di Pantai Indrayanti karena kebersihannya. Di lokasi pantai ada peraturan tidak boleh membuang sampah sembarangan, kalau nekat membuang sampah akan dikenai denda Rp10.000. Denda ini sengaja diberlakukan untuk menjaga kebersihan pantai.

Di balik keindahan alam yang disajikan di Pantai Indrayanti, pantai ini ternyata juga memiliki sisi bahayanya. Gelombang di pantai ini cukup tinggi. Awal September 2022, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakiraan tinggi gelombang laut di pesisir selatan DI Yogyakarta mencapai empat sampai enam meter atau kategori sangat tinggi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Indrayanti harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang di pantai tersebut. Jangan sampai, momen bahagia di pantai menjadi petaka.




Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode