Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Panitia Masjid Sriwedari Solo Punya Utang Rp86 M, Wawali: Kecil Lah Itu

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menyatakan siap menggantikan Achmad Purnomo sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang mangkrak dua tahun.
SHARE
Panitia Masjid Sriwedari Solo Punya Utang Rp86 M, Wawali: Kecil Lah Itu
SOLOPOS.COM - Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa di Balai Kota Solo, Senin (6/6/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Wakil Wali (Wawali) Kota Solo, Teguh Prakosa, mengaku siap bila ditugasi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari menggantikan mantan Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

“Ya apa pun ya siap. Siap noh. Ya kan nanti kan di dalamnya [kepanitiaan] ada Pak Wali Kota juga, pembina atau sebagainya. Kan di atas saya kan berarti ya. Apa maneh gur Rp80 miliar ngono. Wis, bagi saya, kan kono ya mlaku,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bagi Teguh yang terpenting saat ini adalah menjawab surat pengunduran diri Achmad Purnomo sebagai Ketua Panitia sekaligus usulan reorganisasi panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo. Pengajuan surat pengunduran diri mesti dijawab dan untuk sementara waktu divakumkan.

“Bahwa surat sudah diterima Pak Wali Kota dan sementara ini divakumkan. Sebelum nanti Pak Wali Kota membuat SK [surat keputusan] baru, siapa yang mau ditunjuk, apa Pak Sekda atau saya atau siapa pun. Ya nanti terserah Pak Wali Kota,” terangnya.

Disinggung besarnya utang panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang mencapai Rp86 miliar, Teguh menilai angka itu kecil. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah merespons surat pengajuan pengunduran diri Purnomo dan pengusulan reorganisasi.

Baca Juga: Yakin Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Selesai, Rudy: Tuhan Adil Kok!

Haish itu [utang panitia] kecil lah,” sambarnya saat ditanya besaran utang panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Saat ditanya lebih lanjut mengenai sumber dana untuk menutup utang tersebut, Teguh menjawab dengan bercanda.

“Ya kalau enggak Sumber, Banyuanyar, atau mana,” katanya disambut tawa wartawan di Kompleks Gedung DPRD Solo. Teguh tidak memungkiri eks Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, merekomendasikan dirinya sebagai Ketua Panitia Masjid Sriwedari.

Keputusan Akhir

Tapi menurutnya keputusan akhir tetap di tangan Gibran sebagai Wali Kota Solo saat ini. “Tapi kan harus keputusan dari Pak Wali Kota. Harapannya ada surat jawaban kepada pengurus lama, surat pengunduran diri supaya tidak digantung,” urainya.

Baca Juga: Berat Lur! Utang Panitia Masjid Sriwedari Solo ke PT Wika Capai Rp86 M

Teguh menilai respons Wali Kota Solo atas surat dari Achmad Purnomo bisa dengan membekukan terlebih dulu kepanitiaan, sambil menunggu SK panitia yang baru. SK baru nanti berisi struktur baru kepanitiaan pembangunan Masjid Sriwedari.

“Supaya tidak berkelanjutan ke mana-mana, mestinya setelah pengajuan surat Pak Purnomo dan teman-teman sebagai panitia pembangunan, maka istilahe divakumkan, dibekukan dulu, sambil menunggu surat dengan organisasi yang baru,” paparnya.

Seperti diberitakan, pembangunan Masjid Sriwedari Solo sudah sekitar dua tahun terhenti karena panitia kehabisan dana. Dana pembangunan masjid itu dari sumbangan masyarakat, donatur, CSR perusahaan lainnya.

Baca Juga: Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Mandek 2 Tahun, Ini Langkah Gibran

Ketiadaan dana itu membuat panitia akhirnya harus berutang ke PT Wika selaku pelaksana proyek karena pembangunan tetap berjalan meski panitia kehabisan uang. Utang panitia Masjid Sriwedari ke PT Wika mencapai Rp86 miliar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode