top ear
Ilustrasi Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo. (Twitter)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo. (Twitter)

Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo, Tempat Ketemu Ratu Kidul

Kisah sejarah kali ini tentang Panggung Sangga Buwana yang merupakan tempat pertemuan Raja Solo dengan Ratu Kidul.
Diterbitkan Kamis, 16/07/2020 - 18:00 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Ada sejumlah tempat yang diyakini menjadi media pertemuan dengan Ratu Kidul, salah satunya Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo. Bangunan ini berbentuk menara yang berada di kompleks Kedathon Keraton Kasunanan Surakarta.

Puncak Panggung Sangga Buwana berbentuk seperti topi bulat dengan hiasan ekor naga yang dikendarai manusia sambil memanah. Menurut Babad Surakarta, bangunan itu bukan hiasan biasa, tetapi merupakan sengkalan tahun pendirian.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2020) bangunan itu didirikan Sri Susuhunan Paku Buwono III pada 1708 tahun Jawa atau 1728 Masehi. Bangunan ini berdiri kokoh di antara pelataran Sri Manganti dan Kedathon.

Ini Sosok Dita Leni Ravia, Remaja Cantik Bernama Unik dari Gunungkidul

Panggung Sangga Buwana berbentuk segi delapan dan terdiri atas empat tingkat dengan bagian atas disebut tudung saji. Ada lambang berbentuk manusia mengendarai naga di puncak menara atau sengkalan tahun yang berbunyi Naga Muluk Tinitihan Jalma. Artinya melambangkan tahun pembuatan bangunan, yakni 1708 tahun Jawa.

Panggung Sangga Buwana dulu dibuat untuk mengintai musuh dari ketinggian. Tempat ini juga biasa dipakai raja untuk bermeditasi. Konon, tempat ini juga biasa dipakai raja bertemu Ratu Kidul.

Posisi Bangunan

Letak bangunan ini persis segaris lurus dengan jalan keluar Kota Solo yang menuju Wonogiri. Menurut kepercayaan, hal itu disengaja lantaran Ratu Kidul datang dari arah selatan.

Kisah Suroto Magelang, 10 Tahun Kurung Diri di Kamar Sejak Erupsi Merapi Tak Pernah Mandi 

Panggung Sangga Buwana tingginya 30 meter dengan empat tingkat. Pada tingkat ketiga yang menghadap ke utara terdapat jam besar yang bisa berbunyi sendiri.

Menara ini pernah terbakar pada 19 November 1954 lalu dibangun kembali dan selesai pada 30 September 1959. Sebelum terbakar, atapnya berbentuk segi delapan atau disebut hasta wolu dengan nama tudung saji. Namun, sekarang bentuknya dibuat seperti payung yang terbuka.

Klaster Bakul Tahu Kupat Solo Menyebar, Tukang Becak Ikut Terpapar 

Panggung Sangga Buana sempat menjadi prioriitas untuk direvitalisasi pada 2018 lalu. Rencana itu dibuat menyusul runtuhnya bangunan sentral listrik dan tembok Dalem Prabuwinatan 16 Januari 2018 lalu.

Sebagai informasi, sampai saat ini Panggung Sangga Buana masih dipakai raja bermeditasi. Jadi, tidak semua orang diizinkan masuk ke sana.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini