Pandemi Covid-19! Penangkar Jalak di Bayat Klaten Tetap Untung

Peternak jalak di Kampung Jalak, Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, masih merasakan keuntungan di tengah pandemi Covid019.
SHARE
Pandemi Covid-19! Penangkar Jalak di Bayat Klaten Tetap Untung
SOLOPOS.COM - Penangkaran burung jalak di Kampung Jalak, Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (26/5/2022). Johar, salah satu penangkar di Kampung Jalak menjelaskan jenis burung berdasarkan usianya. (Solopos.com/Fahmi Ghiffari).

Solopos.com, Klaten — Peternak jalak di Kampung Jalak, Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, masih merasakan keuntungan di tengah pandemi Covid-19. Penjualan burung jalak dinilai masih stabil.

Pemilik usaha penangkaran burung jalak di Krakitan, Kecamatan Bayat, Wagiyem, mengatakan penjualan burung di tempat usahanya terhitung masih stabil di tengah pandemi Covid-19.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Alhamdulillah masih stabil. Selama pandemi, minat belinya juga masih tinggi. Banyak yang di rumah. Orang yang hobi memelihara burung jadi tambah banyak juga,” kata Wagiyem saat ditemui Solopos.com, Kamis (26/5/2022).

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Ia mengatakan tempat usahanya sudah berjalan lebih kurang selama tujuh tahun. Selain jalak suren, ia juga mengembangkan jalak putih dan jalak bali. Di antara ketiga jenis burung tersebut, jalak suren merupakan jenis yang paling banyak diminati.

“Harga jualnya variatif, tergantung umur. Kalau anakan yang baru menetas jenis jalak suren harganya Rp120.000, jalak putih senilai Rp150.000. Usia 12 hari di kisaran Rp300.000 sampai Rp350.000 per pasang,” kata Wagiyem.

Baca Juga: Asal Mula Mitos Jalak Gading Bantu Pendaki Tersesat di Gunung Lawu

Meski penjualan masih stabil, dirinya sempat kebingungan memikirkan harga pakan ternak. Hingga sekarang masih mengalami kenaikan harga.

“Harga pakan naik terus, jangkrik sama ulat jerman juga naik,” kata Wagiyem.

Johar, suami Wagiyem, mengatakan peminat burung jalak tidak hanya berada di wilayah Klaten saja. Pembeli burung di tempat usahanya tidak hanya perorangan melainkan juga pemborong.

Baca Juga: Dukuh Nglebak Klaten Kini Moncer Jadi Kampung Jalak Suren

“Ibaratnya sudah tinggal menunggu untuk diambil burungnya,” kata Johar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago