Pandemi Covid-19, Pembangunan Keberlanjutan Tetap Berjalan
Solopos.com|news

Pandemi Covid-19, Pembangunan Keberlanjutan Tetap Berjalan

Meski Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19 hingga saat ini, pembangunan keberlanjutan berbasis lingkungan tetap berjalan.

Solopos.com, SOLO -- Pembangunan keberlanjutan di masa pandemi Covid-19 dipastikan tetap berjalan. Hal ini sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan hijau.

Dengan begitu, kualitas hidup masyarakat Indonesia akan membaik dari generasi ke generasi. Hal tersebut diungkapkan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Kasus Sate Beracun di Bantul: Aiptu Tomi dan Nani Apriliani Sudah Nikah Siri

"Pembangunan keberlanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar dia.

Airlangga memastikan pembangunan keberlanjutan itu sudah sejalan dengan kebijakan yang dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Baca Juga: Ketua Takmir di Palur Sukoharjo Positif Covid-19 Bukan dari Klaster Masjid

"Oleh karena itu, pemerintah akan terus menjalankan komitmen melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Kondisi pandemi saat ini kita jadikan momentum untuk terus melanjutkan rencana penerapan berbagai kebijakan pemulihan ekonomi yang memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan," kata Airlangga.

Berbagai upaya pembangunan berkelanjutan tersebut telah dilakukan melalui penurunan dan intensitas emisi pada bidang prioritas meliputi energi, lahan, limbah, industri, dan kelautan.

Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Jokowi, Prabowo, dan Anies 3 Besar Favorit Capres

Salah satu upaya inovatif pemerintah, yaitu dengan uji coba perdagangan karbon pada sektor ketenagalistrikan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU-Batu Bara).

Pada 17 Maret 2021, ia menambahkan, pemerintah telah meluncurkan uji coba sistem perdagangan emisi (Emission Trading System) untuk mendorong efisiensi PLTU dan menurunkan emisi karbon.

Baca Juga:  Tsunami Covid-19 di India Diprediksi karena Euforia Pasca Vaksinasi

"Kebijakan ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam mengembangkan perdagangan karbon domestik dan internasional," beber dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago