top ear
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Pandemi Covid-19 Diperkirakan Bikin Angka Kehamilan Naik di Sragen, Kok Bisa?

Angka kehamilan diperkirakan naik selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Sragen karena jumlah aseptor KB berkurang.
Diterbitkan Rabu, 29/04/2020 - 09:42 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Pandemi virus corona atau Covid-19 bisa bikin jumlah kehamilan naik di Kabupaten Sragen. Diprediksi jumlah kehamilan naik hingga 10 persen.

Ini bukan soal interaksi pasangan usia subur (PUS) yang makin intens karena banyak beraktivitas di dalam rumah. Jumlah kehamilan dimungkinkan naik sebab jumlah peserta atau aseptor keluarga berencana (KB) di Kabupaten Sragen berkurang.

Round Up Corona Sragen: Banyak Tambahan Positif, dari Bidan hingga Klaster Temboro

Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Sragen, Suwanto, memprediksi jumlah kehamilan naik hingga 10 persen sebagai dampak pandemi.

"Kenaikan angka kehamilan kami prediksi di kisaran 10 persen. Ini kan kita banyak di rumah, banyak PUS yang terkendala untuk keluar rumah. Pelayanan pemasangan alat KB juga terbatas," kata dia seperti dikutip dari detikcom, Rabu (29/4/2020).

Solopos Hari Ini: 99% Bus Dikandangkan

Dia menjelaskan kebijakan pembatasan sosial dan fisik menjadi faktor utama penyumbang potensi naiknya angka kehamilan. Sehingga, pandemi Covid-19 bisa bikin jumlah kehamilan naik.

Kondisi itu ditambah dengan terkendalanya sosialisasi penyuluh KB karena pertemuan-pertemuan yang bersifat mengumpulkan banyak orang dilarang.

"Di puskesmas, klinik dan rumah sakit, pelayanan pemasangan alat KB juga terbatas, paling-paling hanya maksimal 10 pasien per hari. Masyarakat kan juga sedang membatasi aktivitas keluar rumah," imbuh dia.

Angka Kehamilan

Suwanto mencatat jumlah akseptor KB turun hingga 45 persen. Para penyuluh, kini harus memutar otak untuk agar prediksi pandemi Covid-19 bikin angka kehamilan naik tidak terjadi atau minimal ditekan.

"Prediksi kenaikan angka kehamilan ini menggunakan logika psikologi dalam menganalisa masyarakat. Mereka kesulitan ber-KB karena memang terbatas keluar. Kenaikan ini nanti akan kelihatan kalo sudah berjalan tujuh hingga sembilan bulan," imbuh dia

Kelulusan SMA dan SMK Diumumkan 2 Mei, Siswa di Solo Dilarang Konvoi

Kini 53 penyuluh KB di Kabupaten Sragen menggencarkan sosialisasi door to door dengan tetap mengedepankan imbauan pemerintah untuk jaga jarak. Hal ini untuk mengatasi kekhawatiran pandemi Covid-19 bikin kehamilan naik di Sragen.

Selain itu, warga juga diberi imbauan untuk menggunakan cara kontrasepsi yang lebih terjangkau aksesnya, seperti kondom dan pil.

"Dulu sosialisasi kita kumpulkan ibu-ibu di posyandu. Tapi dengan keadaan seperti ini tidak bisa. Sekarang kita cari data dulu desa A jumlah PUS-nya berapa, kita datangi. Kita juga menambah suplai alat kontrasepsi seperti kondom dan pil ke bidan desa, agar warga bisa memperolehnya secara gratis," kata Suwanto.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini