[ X ] CLOSE

Pakai Baja Ringan, Atap Masjid Nguter Ambruk, Kenali Plus dan Minusnya!

Penggunaan atap baja ringan jadi kambing hitam atas ambruknya atap serambi Masjid Nguter, Sukoharjo, berikut plus minus penggunaan atap baja ringan.
Pakai Baja Ringan, Atap Masjid Nguter Ambruk, Kenali Plus dan Minusnya!
SOLOPOS.COM - Kondisi atap serambi Masjid Besar Al Furqon Nguter, Sukoharjo, yang atapnya ambrol, Rabu (20/10/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Atap serambi Masjid Besar Al Furqon Nguter di Jalan Sukoharjo-Wonogiri tiba-tiba ambruk, Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 06.00 WIB. Masjid ditutup sementara selama proses pembersihan puing-puing reruntuhan atap bangunan.

Usut punya usut, atap serambi masjid itu ternyata menggunakan konstruksi atap baja ringan. Baja ringan belakangan lebih banyak dipilih sebagai material pembangunan yang kekinian.

Baca Juga: Bruuuk. Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Tiba-Tiba Ambruk!

Penggunaan baja ringan dipercaya lebih menguntungkan dari beberapa aspek dibandingkan dengan rangka atap kayu. Meski begitu, bukan berarti atap baja ringan tak memiliki kekurangan.

Yuk, kita simak kelebihan dan kekurangan dari baja ringan. Dilansir dari Rumah123.com, Kamis (21/10/2021), terdapat enam kelebihan yang dimiliki kerangka atap baja ringan.

1. Anti karat dan anti rayap

Baja ringan memiliki sifat yang antirayap, berbeda dengan atap kayu. Tak hanya itu, baja ringan juga terbuat dari material logam yang antikarat. Dengan begitu, perawatannya menjadi lebih mudah.

2. Lebih murah dibanding kayu

Lantaran semakin langka, harga kayu kerap mengalami fluktuasi tajam. Sedangkan baja ringan masih mudah dicari, sehingga harganya bisa dibilang tak mengalami fluktuasi. Dibandingkan dengan atap kayu, baja ringan tentunya punya harga yang lebih murah.

3. Proses pemasangan mudah dan murah

Begitu juga dari segi pemasangan, rangka baja ringan lebih mudah proses pemasangannya. Hal ini kemudahan berdampak pada kecepatan waktu dan biaya pengerjaan. Lantaran mudah dipasang, proses pengerjaan pun bisa selesai dalam waktu singkat. Biaya yang dikeluarkan pun otomatis semakin murah.

4. Punya sifat yang lentur

Dalam hal kelenturan, baja ringan jauh lebih lentur ketimbang baja konvensional. Kelenturannya bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan desain atap yang diinginkan.

5. Daya tahan jangka panjang

Baja ringan punya kualitas daya tahan yang sangat baik lantaran tak mudah lapuk ataupun mengalami penyusutan. Ditambah lagi, walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan tetap kokoh untuk menahan kestabilan bangunan dibandingkan dengan kayu.

6. Material ramah lingkungan karena bisa didaur ulang

Jika suatu saat nanti kamu mau membongkar rangka atap baja ringan, jangan langsung membuangnya. Material baja masih bisa dimanfaatkan untuk membuat konstruksi bangunan lagi. Lantaran karakteristinya yang bisa didaur ulang, penggunaan rangka baja ringan kerap digaungkan oleh program pemerintahan.

Baca Juga: Terungkap, Ini Penyebab Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Ambruk

Rasanya kurang tepat kalau hanya menyajikan kelebihan baja ringan. Berikut Solopos.com sajikan kelemahan penggunaan atap baja ringan.

1. Kurang fleksibel untuk profil rumah tertentu

Dibandingkan dengan kayu, tingkat kelenturan baja ringan memang lebih rendah. Kayu memiliki tingkat fleksibilitas tinggi sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa untuk menyesuaikan keinginan penggunanya. Hal ini akan sulit diimplementasikan pada rumah dengan rangka atap baja ringan.

2. Mudah terbawa angin

Biasanya, setiap bagian baja ringan akan disambung menggunakan baut. Inilah yang menjadi kelemahan baja ringan. Ketika ada angin kencang, sambungan tersebut bisa berisiko terlepas dan terbawa angin. Untuk itu, baja ringan kurang cocok digunakan sebagai konstruksi rumah yang berlokasi di daerah yang bisa diterjang angin kencang.

3. Nilai estetika berkurang

Estetika baja ringan akan sangat bergantung pada penutupnya. Apabila penutup atap berbobot berat, maka konstruksi atap akan semakin rapat. Hal ini kerap membuat estetika bangunan berkurang.

4. Proses pembuatannya tak ramah lingkungan

Apabila dilihat dari segi berkelanjutan, baja ringan bisa mencemari lingkungan. Berbeda dengan kayu yang cenderung lebih ramah lingkungan karena terbuat dari material organik.

5. Bisa berakibat fatal jika salah perhitungan

Material baja ringan memiliki struktur jaringan, sehingga semuanya harus dihitung dengan matang. Apabila terjadi salah perhitungan, bisa-bisa atap yang telah dibangun tidak memenuhi syarat keamanan. Karena karakternya yang ringan, kontruksi atap baja ringan tidak cocok digunakan untuk genting yang terbuat dari tanah.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago