PAGUYUBAN MADIUN (PAGUMA) : Didorong Paguma di Surabaya, Pengidap Kelainan Genetik Jiwan Dioperasi

SHARE
PAGUYUBAN MADIUN (PAGUMA) : Didorong Paguma di Surabaya, Pengidap Kelainan Genetik Jiwan Dioperasi
SOLOPOS.COM - Member Paguyuban Madiun (Paguma) berkunjung ke salah satu rumah di Desa Bribik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) yang ditinggali seorang penderita kelainan genetik dari sistem syaraf atau disebut Neurofibromatosa Femur dan skoliosis bernama Yulianti, Minggu (30/8/2015). (Facebook;Paguma-Elvi Maya Sari)

Paguyuban Madiun (Paguma) membuahkan hasil atas kerja keras yang mereka lakukan untuk penderita kelainan genetik dari sistem syaraf atau disebut Neurofibromatosa Femur dan skoliosis asal Desa Bribik, Kecamatan Jiwan, Madiun. Yulianti.

Madiunpos.com, MADIUN — Pengidap kelainan genetik dari sistem syaraf atau disebut Neurofibromatosa femur asal Desa Bribik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), Yulianti, rencananya menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Jatim, Rabu (28/10/2015).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pengguna akun Facebook Bima Primaga Yudha di grup Facebook Paguma (Paguyuban Madiun), menerangkan Yulianti mendapatkan perhatian dan bantuan pengobatan yang sangat baik selama berada di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Hal tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan oleh beberapa member Paguma di Surabaya.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

“Terima kasih Bapak Djoko Pramono, Bapak Syamsuhana Hono, Bapak Mohammad Djumala, Bapak dr. Pranawa Martosuwignjo, Bapak dr. Herdy, Ibu dr. Wuryani Herdy dan Bapak/Ibu Paguma Surabaya yang telah membantu memperjuangkan Yulianti, penderita tumor kaki asal Desa Bribik, Kecamatan Jiwan, Madiun,” tulis Bima, Selasa (27/10/2015).

Bima mengajak semua member Paguma untuk mendoakan operasi tahap pertama yang dijalani Yulianti bisa berjalan lancar tanpa kendala. “Saya mohon doa dari semua member Paguma agar operasi [yang dijalani Yulianti] dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apa pun,” harap Bima.

Pantauan Madiunpos.com di Facebook, Rabu pagi, unggahan Bima terkait agenda operasi yang dijalani Yulianti itu mendapat respons positif member Paguma dengan disukai 83 akun Facebook dan mendapat 33 komentar. Sebagian besar komentar mengarah kepada harapan agar operasi Yulianti bisa berlangsung lancar.

Antre Kamar
Sementara itu, pengguna akun Facebook Wuryani Herdy yang ikut andil dalam memperjuangkan proses pengobatan Yulianti di Surabaya bercerita sulitnya mendapatkan layanan dan jatah kamar. “Memang perlu perjuangan untuk mempercepat proses pemeriksaan sampai antre kamar dan segera dirapatkan kasusnya supaya [Yulianti] segera dioperasi. Alhamdulilah semuanya sudah bisa dilalui dengan mulus walaupun harus siat siet cari jalan tol,” jelas Wuryani Herdy.

Wuryani Herdy yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut menjelaskan operasi yang dijalani Yulianti kali ini merupakan operasi tahap awal. Menurut dia, Yulianti masih harus menjalani beberapa kali operasi lagi. Wuryani Herdy memprediksi pelaksanaan operasi Yulianti pada tahap awal tersebut memerlukan waktu empat jam sampai enam jam, tergantung tingkat kesulitannya.

“Yulianti juga skoliosis di punggungnya [tulang punggung bengkok]. Ini juga merupakan salah satu faktor risiko,” terang Wuryani Herdy.

Diberitakan Madiunpos.com sebelumnya, setelah membantu mengurus kepemilikan kartu BPJS, member Paguyuban Madiun (Paguma) rela mengantar Yulianti menuju RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Senin (28/9/2015) pukul 02.00 WIB. Member Paguma ingin Yulianti bisa mendapatkan pengobatan yang layak.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago