Pabrik Jamu Besar di Semarang Ini Berawal dari Usaha Pemerahan Susu
Solopos.com|jateng

Pabrik Jamu Besar di Semarang Ini Berawal dari Usaha Pemerahan Susu

Berdirinya perusahaan produsen minuman herbal ini berawal dari pasangan suami istri keturunan Tionghoa bernama Siem Thiam Hie atau dikenal dengan nama Rakhmat Sulistio dan Go Djing Nio  atau Sri Agustina.

Solopos.com, SEMARANG ---Orang pintar, minum Tolak Angin!” frasa ini mungkin sudah melekat di benak setiap  orang karena selalu didengungkan jika tayangan komersial dari salah satu produk Jamu modern ini muncul di televisi. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk adalah perusahaan yang memproduksi produk minuman pengobatan berbahan dasar jamu yang praktis dikonsumsi tersebut.

Berdirinya perusahaan produsen minuman herbal ini berawal dari pasangan suami istri keturunan Tionghoa bernama Siem Thiam Hie atau dikenal dengan nama Rakhmat Sulistio dan Go Djing Nio atau Sri Agustina.

Ketika itu, pasangan suami istri ini memulai usahanya dengan membuka Melkrey, usaha pemerasan susu yang besar di Ambarawa, namun usaha ini terpaksa tutup karena dampak dari perang Malese pada tahun 1928 yang melanda dunia.

Baca Juga : Tingkatkan Imunitas, Gubernur Ganjar Ajak Warga Minum Jamu

Keduanya pindah ke Solo pada tahun 1930 dan di sana, mereka memulai untuk membuka usaha lagi namun di bidang bakery yang diberi nama Roti Muncul. 10 Tahun kemudian, tepatnya di tahun 1940, Rakhmat membuat formula untuk membuat Jamu Tolak Angin yang kala itu menggunakan nama Jamu Tujuh Angin dan sukses terjual di pasaran Yogyakarta.

Karena Agresi Militer Belanda II pada tahun 1949, keduanya mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul. Usaha ini  kali pertama dibuat di rumah sederhana di Jl. Bugangan No. 25 Semarang dengan bantuan 3 karyawan perempuan.

Tahun 1953, Pabrik jamu dengan nama Sido Muncul didirikan di Jl. Mlaten Trenggulung No 104. Sido Muncul sendiri adalah dua kata dalam Bahasa Jawa, terdiri dari Sido yang berarti jadi dan Muncul  yang berarti terwujud.

Baca Juga : Ini Dia 10 SMA Negeri Terbaik di Kota Semarang

Jadi kata Sido Muncul memiliki makna impian dari pasangan suami istri Rakhmat Sulistryo dan Sri Agustina yang akhirnya terwujud setelah melewati proses panjang. Pada tahun 1970, dibentuklah CV Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul, kemudian lima tahun berikutnya berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Setelah pasangan  suami istri ini meninggal, oleh putrinya Desy Sulistio yang merupakan generasi kedua pendiri Sido Muncul pada tahun 1984 memutuskan memindahkan lokasi pabrik ke lingkungan industri kecil di  Jl. Kaligawe Semarang karena di tempat lama sudah kekurangan kapasitas.

Satu dekade lebih, tepatnya pada tahun 1997, didirikanlah pabrik kedua di Klepu Ungaran yang diresmikan oleh Sri Sultan Hemengkubuwono  X.  Pada tahun 2000, pabrik dengan luas 30 hektare ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Indonesia dengan memberikan dua sertifikat, yaitu sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik setara dengan perusahaan farmasi  pada umumnya.

Baca Juga: Wali Kota Semarang Makan Nasi Kucing Bikin Heboh, Gibran Sampai Komentar

Pada tahun 2015, produk pertama yaitu ‘Tolak Angin’ berhasil menembus pasar Filipina dengan melibatkan petinju internasional asal negara tetangga tersebut, Emmanuel ‘Manny’ Pacquino untuk menjadi bintang iklan ‘Tolak Angin’.

Selain ‘Tolak Angin,’ ‘Kuku Bima Energi’ juga mendapatkan izin beredar di pasar Filipina. Setelah Filipina, Sido Muncul juga mendirikan perusahaan baru di Afrika pada 5 Januari 2018, tepatnya di Nigeria dengan nama Muncul Nigeria Limited.

Pada Desember 2013, Sido Muncul resmi pabrik Jamu pertama di Indonesia yang masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengutip Liputan6.com, dari hasil penjualan jamu, Perseroan mencatatkan penjualan menjadi Rp1,39 triliun pada 31 Juli 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp1,34 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan (ditanggungkan) kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp207,99 miliar pada 31 Juli 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp190,95 miliar.

Logo Jamu Sido Muncul yang berupa ibu dan anaknya adalah gambar Ny. Rahkmat Sulistio, pendiri Jamu Sido Muncul beserta cucunya, Irwan Hidayat, saat itu berusia 4 tahun. Irwan Hidayat sejak tahun 1972 sampai sekarang adalah Presiden Direktur PT Sido Muncul.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago