top ear
Para pekerja beraktivitas dalam proses pembangunan gedung di kawasan industri garmen PT Glory Industrial di Desa Bener, Ngrampal, Sragen, Rabu (3/3/2021). (Solopos/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Para pekerja beraktivitas dalam proses pembangunan gedung di kawasan industri garmen PT Glory Industrial di Desa Bener, Ngrampal, Sragen, Rabu (3/3/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Pabrik Garmen Baru Dibangun Di Sragen, Butuh 1.000 Tenaga Kerja

Pabrik garmen dengan produk ekspor ke Amerika Serikat tengah dibangun di Ngrampal, Sragen, dan diperkirakan butuh 1.000 tenaga kerja.
Diterbitkan Rabu, 3/03/2021 - 16:57 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- PT Glory Industrial yang bergerak di bidang garmen mulai berinvestasi di wilayah Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen. Investor tersebut membangun pabrik di lahan seluas 9 hektare dekat jalur Jalan Sragen-Ngawi.

Industri pakaian jadi itu direncanakan menyerap 1.000 tenaga kerja lokal pada tahap I mulai September-Oktober 2021 mendatang. Senior Manager PT Glory Industrial Semarang, Masduri, saat ditemui Solopos.com, Rabu (3/3/2021), menyampaikan pabrik di Sragen ini merupakan pabrik keempat.

Sebelum sudah ada pabrik di Bawen Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Demak. Ia mengatakan sekarang masih proses pendirian gedung yang menempati lahan seluas 9 hektare.

Baca Juga: Bakal Dibasmi Gibran dan Polisi, Begini Potret Prostitusi Online Kota Solo

“Kami bergerak di bidang produksi pakaian jadi untuk diekspor ke Amerika Serikat. Rencana kami membangun tiga gedung. Nanti untuk tahap pertama satu gedung dulu membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang. Kebutuhan tenaga kerja itu diprioritaskan di lingkungan sekitar,” ujarnya didampingi Manajer Ekspor-Impor PT Glory Industrial Semarang, Budi Aji.

Masduri mengatakan pabrik garmen Sragen itu akan membuka lowongan perdana pada September-Oktober 2021 mendatang. PT Glory Industrial ini merupakan industru padat karya.

Mengenai keputusan berinvestasi di Sragen, Masduri mengatakan sudah melalui beberapa pertimbangan, seperti upah minimum kabupaten (UMK) yang masih kompetitif. Kemudian juga akses jalan yang dekat dengan jalur tol (exit tol Sambungmacan).

Baca Juga: Sembrono, Pegawai Kantor Notaris Karanganyar Palsukan Tanda Tangan Bosnya Demi Utang Rp800 Juta

Padat Karya

Selain itu, Masduri melihat lingkungan Ngrampal belum banyak industri padat karya. “Perizinan sudah ada yang keluar dan ada yang proses di DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] dan Pemkab Sragen. Kami sudah bertemu Bupati dan beliau sudah memberi lampu hijau,” ujarnya.

Budi Aji menambahkan kapasitas industri pabrik garmen di Sragen itu bisa memproduksi 50-100 kontainer dalam sebulan untuk pakaian jadi. Ia menerangkan pabrik ini hanya bergerak dalam pembuatan pakain jadi sehingga tidak ada produksi benang dan sebagainya.

Terpisah, Camat Ngrampal Joko Hendang Murdono menambahkan untuk pengadaan lahan pabrik itu sudah dilakukan sejak 2019 lalu dan sekarang mulai dibangun gedung pabriknya.

Baca Juga: Masih Hidup, Haji Suradi Prutul Wonogiri Sudah Siapkan Peti Mati Sejak 2010

Joko mengatakan warga di Ngrampal, khusus di wilayah Desa Bener bisa menerima keberadaan investasi pabrik garmen itu karena keberadaan industri itu akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendengar penyerapan karyawannya bisa 2.500-3.000 orang secara bertahap. Dari pihak investor juga sudah sosialisasi kepada masyarakat. Dari sisi tata ruang wilayah, lokasi tersebut merupakan kawasan peruntukan industri sehingga memungkinkan dibangun pabrik. Untuk perizinannya juga sudah mulai proses,” ujarnya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya