[x] close
Ortu Tak Bisa Antar Jemput, Disdik Solo Pertimbangkan Siswa Ikut PTM Naik Angkutan Umum
Solopos.com|soloraya

Ortu Tak Bisa Antar Jemput, Disdik Solo Pertimbangkan Siswa Ikut PTM Naik Angkutan Umum

Masalah yang timbul adalah standar transportasi umum seperti apa yang memenuhi standar kesehatan pencegahan Covid-19 untuk siswa.

Solopos.com, SOLO — Dinas Pendidikan (Disdik) Solo mempertimbangkan ulang penggunaan angkutan umum sebagai transportasi siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Sekretaris Disdik Solo, Dwi Ariyatno, mengatakan pertimbangan tersebut didasarkan atas kebutuhan transportasi bagi siswa khususnya yang tidak dapat diantar-jemput oleh orang tuanya saat PTM.

“Nyatanya memang ada yang orang tuanya benar-benar tidak dapat mengantar dan menjemput anak-anak mereka untuk berangkat ke sekolah. Ini bisa kita lihat saat PTM uji coba,” ujarnya saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Disdikbud Jateng Tunjuk SMAN 3 dan SMK Mikael Solo Menggelar PTM

Berdasarkan fakta tersebut, pihaknya tengah memikirkan kemungkinan penggunaan kendaraan umum sebagai alat transportasi siswa berangkat dan pulang sekolah.

Namun menurut Dwi, masalah yang timbul adalah standar transportasi umum seperti apa yang memenuhi standar kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu perlu dipastikan agar siswa tetap aman menggunakan kendaraan umum.

“Masalahnya adalah apakah kendaraan umum ini cukup aman untuk murid-murid. Lalu standar keamanannya seperti apa? kalau umpama kendaraan umum ini mobil, standar mobilnya harus yang bagaimana? Kalau umpama kendaraan umumnya adalah sepeda motor ojek/ojek online, standar keamanannya seperti apa? Ini semua perlu dijawab,” ujarnya.

Baca juga: Selama Ramadan Satpol PP Solo Pulangkan Seratusan PGOT

Tentunya, lanjut Dwi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan dinas terkait di Pemkot Solo seperti Dinas Perhubungan.

Kebutuhan kendaraan umum ini salah satunya dirasakan oleh sejumlah siswa SMPN 18 Solo. Diketahui, sekolah yang berada di Kelurahan/Kecamatan Banjarsari ini direlokasi sementara ke eks SMPN 3 di Timuran, Banjarsari, yang berjarak sekitar 6 kilometer (km).

Menggunakan Angkot Feeder

Sebelum pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, transportasi sebagian siswa dari Banjarsari ke Timuran disediakan Pemkot Solo menggunakan angkot feeder (pengumpan bus batik Solo Batik Trans/BST).

Baca juga: Soal Mudik Lokal Soloraya, Wali Kota Gibran Tentukan Sikap Pekan Depan

“Dulu yang naik feeder banyak. Sehingga kemungkinan pada saat PTM nanti penggunanya kemungkinan juga banyak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/4/2021).

Namun menurutnya penyediaan kembali angkutan tersebut pada saat PTM menjadi kewenangan Disdik atau Pemkot.

“Mengenai angkutan ini tentu bukan kapasitas saya untuk berbicara. Yang jelas, kami masih akan menerapkan kebijakan Dinas bahwa sekarang siswa yang ikut PTM uji coba harus diantar dan dijemput orang tua. Tidak boleh menggunakan kendaraan umum,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago