OPERASI SIMPATIK : Dikira Mokmen, Ternyata Malah Dapat Helm

SHARE
OPERASI SIMPATIK : Dikira Mokmen, Ternyata Malah Dapat Helm
SOLOPOS.COM - Pemberian helm Gratis Polres Klaten. (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail,memasangkan helm gratis yang diberikan kepada salah satu pengendara bermotor yang tertib berlalu lintas. Pemberian helm gratis ditu dilakukan dalam operasi simpatik yang digelar oleh Satlantas Polres Klaten di Jl Pemuda, tepatnya di depan alun-alun Klaten, Senin (13/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail,memasangkan helm gratis yang diberikan kepada salah satu pengendara bermotor yang tertib berlalu lintas. Pemberian helm gratis ditu dilakukan dalam operasi simpatik yang digelar oleh Satlantas Polres Klaten di Jl Pemuda, tepatnya di depan alun-alun Klaten, Senin (13/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)

Puluhan petugas kepolisian yang berasal dari Satlantas Polres Klaten mengejutkan para pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Alun-Alun di ruas Jl Pemuda, Klaten, Senin (13/5/2013). Apalagi ketika mereka mengarahkan para pengendara sepeda motor masuk jalur lambat.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Beberapa pengendara motor pun tampak cemas dengan penghentian itu. Namun, ada juga pengendara pengendara motor yang tampak siap-siap mengeluarkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Salah satunya adalah warga Jatinom, Suradi. Pagi itu, dia berniat ke Telkom untuk membayar tagihan telepon. Namun, dia kaget saat ada penghentian pengendara motor di alun-alun Klaten. “Saya kira ada mokmen, namun saya malah diberi helm baru,” paparnya.

Saat itu, Suradi bersama istrinya memang membawa SIM dan STNK. Namun, helm yang dikenakannya memang terlihat lusuh dan sudah tidak layak untuk dipakai. Kemudian, anggota Satlantas Polres Klaten justru memberikannya sebuah helm yang masih baru. Dia mengapresiasi langkah petugas dalam operasi simpatik itu.

Salah satu warga Karanganyar, Lilik Sugiyanto, juga mengaku kaget saat mengetahui ada operasi lalu lintas. Sejak diberhentikan, dia sudah menyiapkan SIM dan STNK miliknya, namun dia malah diberi sarung tangan oleh Satlantas Polres Klaten. “Saya kira ada razia tadi makanya siap-siap ambil SIM dan STNK. Saya dari Karanganyar mau main ke Jogja,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail, mengatakan kegiatan pada pagi itu merupakan gerakan simpatik Polantas yang memberikan reward bagi pengendara yang tertib dalam rangka Ops Simpatik Candi 2013 Satlantas Polres Klaten. “Operasi itu digelar untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Dalam operasi itu, Satlantas Polres Klaten memberikan 30 helm, ratusan masker, sarung tangan, stiker, kartu perdana dan sejumlah voucher servis gratis yang disponsori salah satu dealer yang ada di Klaten. Dia mengatakan selama ini angka kecelakaan di Klaten memang didominasi oleh kendaraan bermotor.

Dalam satu bulan, menurutnya, terjadi penilangan terhadap lebih dari 3.000 pelanggaran. Pelanggaran itu didominasi oleh pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengenakan helm dan menyalakan lampu.
Dia mengatakan masyarakat memang belum sepenuhnya berkendara sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya operasi simpatik itu, dia berharap masyarakat bisa tumbuh kesadaran dalam tertib berlalu lintas, sehingga ke depan tidak perlu ada penilangan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago