Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Omzet Hingga 10 Juta/Bulan, Pria Asal Sragen Sukses Geluti Pertanian Hidroponik

Kebun hidroponik Hediono berada di belakang rumah yang dulunya kebun jati dan ia beri nama Stasiun Hidroponik Sragen.
SHARE

Solopos.com, SRAGEN — Memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan konstruksi, Hediono sukses menggeluti usaha pertanian hidroponik di rumahnya di Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Merintis kebun hidroponik sejak 2019, kini alumnus S2 Manajemen Universitas Islam Batik (Uniba) Solo ini mampu meraup omzet Rp10 juta per bulan dari sayuran yang ia tanam.Kebun hidroponik Hediono berada tepat di belakang rumahnya yang dulu merupakan kebun jati.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Baca Juga: Kunjungi Lumbung Sayur di Pondok Sukoharjo, Ganjar Apresisasi Peran KWT

Sebelum menekuni pertanian hidroponik, Hediono bekerja di salah satu perusahaan kontruksi di Solo. Namun ia kemudian memutuskan keluar dari pekerjaannya, memilih menekuni hobinya bercocok tanaman. Kebun hidroponiknya berada di belakang rumah yang dulunya kebun jati dan ia beri nama Stasiun Hidroponik Sragen.

Ia kemudian memangkas pohon jati di belakang rumahnya. Pohon jati dianggap tak produktif karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa dipanen kayunya. Setelah kebunnya yang seluas 4.000 meter persegi bersih dari tanaman jati, Hediono menggantinya dengan instalasi hidroponik.

Di awaln-awal usahanya Hediono bisa memperoleh omzet Rp2 juta/bulan. Seiring bertambahnya pasar dan luas lahan yang bertambah, kini ia dapat mengantongi omzet Rp10 juta/bulan.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: Patut Ditiru! Emak-Emak di Karanglo Klaten Sulap Sampah Jadi Pundi-Pundi Rupiah

Ia memasarkan sayuran hidroponiknya di Sragen, Grobogan, Ngawi, dan Yogyakarta. Dalam sepekan ia bisa melakukan pengiriman hingga tiga kali. Sejauh ini sudah ada sepuluh pelanggan tetap yang menyerap sayurannya. Satu pelanggan biasanya membeli 15-20 kg/pekan.

Sayuran yang ia tanam pun beragam, dari selada hijau, kangkung, sawi, dan selada merah. Ia menjual sayuran tersebut dalam dua jenis, dalam skala besar dengan hitungan kilogram dan dalam bentuk kemasan.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Bertani dengan sistem hidroponik juga dirasa lebih mudah. Selain tidak memerlukan lahan yang luas, perawatannya cukup mudah, karena pupuk telah dialirkan melalui pipa. Hedi menambahkan pengairan adalah kunci utama dari pertanian hidroponik.

 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode