Obati Kangen, Umat Buddha Solo Rayakan Waisak di Vihara Dhamma Sundara

Sekitar 80 orang umat Buddha mengobati kerinduan merayakan Hari Raya Waisak di Vihara Dhamma Sundara Solo setelah dua tahun vakum gegara pandemi Covid-19.
SHARE
Obati Kangen, Umat Buddha Solo Rayakan Waisak di Vihara Dhamma Sundara
SOLOPOS.COM - Umat Buddha merayakan Waisak dengan melaksanakan ritual keagamaan di Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Jebres, Solo, Senin (16/5/2022). (Solopos/Siti Nur Azizah)

Solopos.com, SOLO — Umat Buddha khususnya di Soloraya akhirnya bisa kembali memperingati detik-detik Waisak di Vihara Dhamma Sundara, Solo, Senin (16/5/2022) pagi. Dua tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Vihara ini vakum karena pandemi Covid-19.

Ibadah Waisak hari itu diikuti lebih kurang 80 umat. Berdasarkan pengamatan Solopos.com, antusiasme umat Budha Soloraya cukup tinggi untuk mengikuti ibadah itu. Hampir seluruh ruang ibadah dipenuhi oleh umat Buddha.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Mereka menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Romo Nitasiri Sutrisno dari Seksi Upacara Vihara Dhamma Sundara Solo mengatakan prosesi ibadah dilakukan seperti biasanya. Prosesi ritual keagamaan mulai dari parita atau pembacaan doa sebelum melakukan tiga kali putaran di Vihara.

“Setelah prosesi itu [berputar tiga kali] ada rangkaian membacakan parita-parita suci lalu kami menyambut detik-detik dengan meditasi. Artinya melihat ke dalam, mengajak para umat untuk bisa melihat ke dalam jiwa. Umumnya seseorang selalu melihat hiruk-piruk di luar, jadi kita lihatnya ke dalam agar lebih mawas diri,” terangnya kepada wartawan, Senin (16/5/2022).

Romo Nitasiri menjelaskan tiga kali putaran mengelilingi vihara di vihara Solo itu saat perayaan Waisak mempunyai makna khusus bagi umat Buddha. Maknanya yakni berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dhamma, dan berlindung kepada Sanggha.

Baca Juga: Ratusan Umat Buddha Peringati Detik-Detik Waisak di Candi Sewu Klaten

Ekspedisi Energi 2022

“Buddha adalah patung dari sang Buddha, jadi kami merenungkan sifat-sifat luhurnya. Dhamma adalah ajaran ynag diajarkan, kemudian Shangga itu perkumpulan para biksu yang sedang mempraktikkan ajaran Buddha,” tuturnya.

Peringatan Waisak kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Romo Nitisari menilai tahun ini cukup meriah karena momen ini sudah sangat dirindukan oleh umat Buddha terutama di Soloraya.

“Perbedaannya sangat terasa sekali karena selama dua tahun terakhir ini kami tidak merayakannya. Bahkan acara semacam ini dibatasi dengan prokes. Bukan hanya di Dhamma Sundara. Di tiap vihara saat ini juga dilaksanakan seperti di Candi Borobudur,” terangnya.

Baca Juga: Hari Raya Waisak, Puluhan Narapidana di Jateng Dapat Remisi

Ibadah selesai tepat pukul 11.00 WIB. Seluruh umat terlihat bahagia, mulai dari remaja hingga lansia dan beberapa dari mereka mengakhiri ibadah itu dengan mengabadikan momen bersama keluarga.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago