Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.
Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar
SOLOPOS.COM - Logo Nissan. (Carlogos)

Solopos.com, JAKARTA – Nissan mendeklatasikan Nissan Ambition 2030 dan menyusun skema untuk mewujudkan netratlitas karbon pada 2050. Berikut alur Nissan menyambut ambisi tersebut.

PromosiMenanti Transformasi Balap Liar Menuju Tontonan Menarik dan Menghibur

Mereka akan fokus mewujudkan kendaraan ramah lingkungan sama dengan beberapa merek otomotif lain, yakni mengeluarkan produk elektrifikasi. CEO Nissan, Makoto Uchida mengatakan akan mengambil kesempatan bisnis baru yang dibutuhkan masyarakat.

Dilansir Liputan6.com, Rabu (1/12/2021), Makoto Uchida berpandangan Nissan ingin berubah menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Mungil, Kendaraan Listrik $25 Juta Ini Punya 110 Tenaga Kuda

Dia mengklaim Nissan telah mendemokratisasi kendaraan listrik dengan produk dan infrastruktur yang berorientasi terhadap kepuasan konsumen. Nissan Ambistion 2030 juga diikuti dengan percepatan langkah elektrifikasi dan teknologi dengan menghadirkan investasi 2 triliun yen atau sekitar US$17,6 miliar dalam lima tahun ke depan.

Nissan telah memperkenalkan 23 model baru kendaraan listrik. Kendaraan itu termasuk 15 jenis kendaraan listrik hingga 2030 nanti. Mereka memasang target lebih dari 50 persen pangsa pasar global lewat Nissan dan Infiniti.

Baca Juga: Trail Prototipe Pindad Cocok Juga Buat Tunjang Kerja Babinsa

Di China, Nissan pasang target 40 persen penjualan, Eropa lebih dari 75 persen, Jepang lebih dari 55 persen dan di Amerika Serikat lebih dari 40 persen penjualan kendaraan listrik di tahun fiskal 2030.

Untuk peningkatan kemampuan baterai lithium-ion, Nissan memperkenalkan teknologi bebas cobalt. Tekologi ini diklaim mampu menekan biaya produksi hingga 65 persen pada tahun fiskal 2028 nanti. Nissan juga berencana menghadikkan teknologi all-solid-state batteries atau ASSB dan membangun pabrik di Yokohama pada 2024.

Nissan juga tengah mencari perusahaan yang mampu menawarkan suplai baterai untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara global. Nissan berencana untuk meningkatkan produksi baterai bersama partner secara global dari 52 GWh pada 2026 ke 130 GWh pada 2030 mendatang.

Baca Juga: All New Xenia, 1.300 CC Sementara Paling Diminati

Selain soal produk dan teknologi, Nissan juga akan melokalisasi proses produksi untuk membuat kendaraan listrik mereka lebih kompetitif. Nissan memperluas konsep EV Hub yang bernama EV36Zero, yang hadir di Inggris, ke pasar utama di Jepang, China dan Amerika Serikat. EV36Zero adalah ekosistem manufaktur dan layanan terintegrasi yang menghubungkan mobilitas dan manajemen energi yang bertujuan untuk menghadirkan netralitas karbon.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago