Nikmatnya Soto Legendaris Mbok Dele Klaten, Jujukan Para Artis-Seniman Kondang

Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten.

Jumat, 30 September 2022 - 19:57 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Ponco Suseno | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Soto Mbok Dele Klaten. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten. Lokasinya terbilang sangat strategis, yakni berada di tepi jalan raya Solo-Jogja, tepatnya di Desa Klepu, Kecamatan Ceper.

Sejumlah artis dan seniman pernah mencicipi nikmatnya soto sapi warung tersebut. Hal itu termasuk almarhum Dono Warkop DKI.

Kini ada tiga warung Soto Mbok Dele yang berderet di sepanjang tepi jalan raya Solo-Jogja. Salah satunya warung soto yang berdekatan dengan gapura Dukuh Jetis, Desa Klepu. Warung itu disebut-sebut menjadi warung pertama Mbok Dele.

Suasana warung cukup sederhana. Bercat hijau dan berubin hitam. Warung itu menyajikan aneka jeroan sapi seperti babat, iso, otak goreng, daging, dan lain-lain.

Di samping itu ada aneka gorengan seperti perkedel dan tempe. Makanan-makanan itu tersaji dalam kotak kaca di masing-masing meja.

Baca Juga: Launching Sidoguro Klaten Desember 2022, Mulyani Masih Impikan Kereta Gantung

Warung soto sapi itu kini dikelola Supriyanto, 49. Supri menyebutkan sejumlah tokoh serta artis yang pernah mampir di warung soto Mbok Dele.

Di antaranta Duta dan Eros, dua personel band Sheila on 7, maestro tari tradisional Didik Nini Towok, Habib Syech, serta pelukis Affandi hingga Dono Warkop DKI. Bahkan, almarhum Affandi rutin mengunjungi warung soto Mbok Dele sekali dalam sepekan semasa hidupnya.

Warung yang dikelola Supri itu hingga kini memiliki pelanggan setia. Biasanya, pembeli tak hanya menyantap nikmatnya soto sapi Mbok Dele. Mereka sekaligus bernostalgia masa lalu ketika masih muda menyantap soto di warung tepi jalan raya Solo-Jogja itu.

Supri meneruskan usaha warung yang dirintis oleh nenek buyutnya, Nyai Karto Wijoyo. Supri tak mengetahui sejak kapan warung itu mulai dikelola oleh nenek buyutnya.

Baca Juga: Catat Ya Lur! Ini 3 Tempat Makan Asyik di Pinggir Sungai Polanharjo Klaten

“Sejak saya lahir warung sudah ada,” kata Supri saat berbincang dengan Solopos.com di Klepu, Jumat (30/9/2022).

Soal nama Mbok Dele, Supri mengatakan berasal dari julukan neneknya yang bernama Ngatinem sewaktu muda. Saat itu, Ngatinem berperawakan kecil dan hitam hingga dijuluki dele atau kedelai.

“Sebelumnya itu, belum ada nama warung. Ya warung biasa saja. Karena sering orang menyebut tuku soto nggone mbok e Dele [beli soto di tempat ibunya Dele] lama kelamaan orang tahunya warung Mbok Dele,” kata dia.

Ngatinem tak menggeluti usaha di bidang soto. Dia lebih memilih menjadi penenun. Nenek tersebut meninggal dunia pada usia 102 tahun sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Keistimewaan Satai Pak Kamto Jatinom Klaten, Daging Empuk dan Bumbu Meresap

Sementara, Supri melanjutkan usaha warung soto Mbok Dele sejak 1997. Sebelumnya, dia ikut membantu mengelola warung itu ketika masih duduk dibangku SMP kelas dua.

“Saya meneruskan warung itu saat masih kuliah pada 1997. Sebelumnya diajari paklik [paman],” jelas Supri.

Supri melanjutkan resep membikin soto yang sudah diajarkan secara turun temurun dari nenek buyutnya. Supri mengatakan tak ada bahan istimewa saat membuat soto sapi di warung Mbok Dele. Harga Soto Mbok Dele porsi besar senilai Rp9.000. Sedangkan porsi kecil senilai Rp5.000.

“Bumbunya itu sama yang lainnya. Kalau yang lain itu ada yang sapinya digongso, kalau di tempat kami tidak. Saya melakukan itu meniru dari generasi sebelum saya,” jelas dia.

Baca Juga: Rica-Rica Mentok Goplo Klaten, Dagingnya Lembut dan Tidak Amis saat Dikunyah

Lebih lanjut, Supri mengatakan bakal terus melanjutkan estafet warung soto Mbok Dele yang sudah diwariskan nenek buyutnya. Bahkan, ada yang berpesan agar suasana warung tetap dipertahankan seperti saat ini.

Salah satu warga Ceper, Joko, mengatakan warung soto Mbok Dele merupakan warung soto legendaris di wilayah Ceper. Meski dalam satu deret tepi ruas jalan berjajar warung soto, warung Mbok Dele hingga kini masih eksis.

“Saya persisnya tidak tahu kapan warung itu buka. Sudah sangat lama ada warung Mbok Dele,” kata Joko.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Terus Bertambah, Jumlah Pengangguran di Boyolali Capai 30.000-an Orang 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300% 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya 6 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sempat Digeruduk Massa, Tahap Awal Pilkades Kembangkuning Boyolali Dipindah 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Jalan Menuju Wisata Goa Resi Wonogiri Retak, Pengelola Sediakan Shuttle Bus 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Solopos Institute-Yayasan Kakak Susun Panduan Pemberitaan Kebebasan Beragama 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Kecamatan Teras Boyolali Luncurkan Peka Desa 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Polda Jateng Jamin Lalu Lintas Solo Lancar Saat Kirab Kaesang-Erina 9 jam yang lalu