Nggak Cuma Urusi HIV/AIDS, KPA Solo Juga Bantu Atasi Masalah Sosial

Masyarakat sering meminta bantuan kepada KPA Kota Solo mengatasi permasalahan sosial selain HIV dan AIDS pada kelompok rentan.
Nggak Cuma Urusi HIV/AIDS, KPA Solo Juga Bantu Atasi Masalah Sosial
SOLOPOS.COM - Ilustrasi ODHA. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kota Solo selain mengurusi persoalan seputar HIV/AIDS juga sering membantu dalam upaya advokasi masalah sosial di luar HIV/AIDS.

PromosiKerangkeng Rumah Bupati Langkat Bukti Adanya Perbudakan di Era Modern

Pendamping KPA Banjarsari, Solo, Nana, menjelaskan telah membantu mengadvokasi seorang perempuan melahirkan di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (18/8/2021). Perempuan tersebut sudah mengalami pembukaan menjelang persalinan.

“Kemarin tidak ada KTP tapi masih ada KK kemudian minta bantuan pak RT melaporkan ke kelurahan bahwa orang itu benar-benar telantar. Orang itu KK Kalimantan,” kata dia kepada Solopos.com, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Komputer Tak Cukup, Simulasi Asesmen Nasional di Solo Pakai Sistem Sif

Nana mengatakan berdasarkan KK perempuan itu memiliki dua anak dan berdomisili di Gilingan sekitar delapan tahun. Namun kemungkinan perempuan tersebut sudah berpisah dengan pasangan atau menjadi perempuan kepala rumah tangga.

“Rumah sakit kalau satu kali 24 jam pembukaan gak nambah dianjurkan operasi berhubung keadaan. Bisa diusahakan normal,” jelasnya.

Kelompok Rentan

Menurut Nana, KPA membantu sampai melaporkan kejadian kepada Kelurahan Gilingan. KPA Kota Solo tidak membantu sampai tuntas karena perempuan tersebut tidak positif HIV.

Baca juga: Duh, Aktivitas Pemberdayaan Emak-Emak Kampung di Solo Ini Terganjal PPKM

Koordinator pendamping lima kecamatan KPA Kota Solo sekaligus Koordinator Monitoring, Evaluasi, dan Advokasi KPA Kota Solo, Tri Wahyudi, menjelaskan masyarakat sering meminta bantuan kepada KPA Kota Solo mengatasi permasalahan sosial selain HIV dan AIDS pada kelompok rentan.

Hal itu terjadi karena KPA dalam melakukan pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan HIV/AIDS merangkul populasi kunci/rentan.

Kelompok rentan yang dimaksud, antara lain lesbian, gay, biseksual, dan transpuan (LGBT); pekerja seks; pengguna jarum suntik; dan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL).

Baca juga: Kesadaran Literasi Digital Masyarakat Solo Dinilai Sudah Tinggi, Apa Indikatornya?


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago