Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!

Tips kesehatan kali ini membahas tentang efek mengejan yang bisa memicu pendarahan otak.
Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!
SOLOPOS.COM - Ilustrasi susah buang air besar. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Mengejan saat buang air besar atau menahan napas saat batuk merupakan hal yang biasa dilakukan hampir semua orang. Namun, tahukah Anda jika hal sepele itu ternyata dapat memicu pendarahan otak?

Dokter bedah saraf dari Primaya Hospital Pasar Kemis, Subrady Leo Soetjipto, mengatakan kondisi saat mengejan atau ngeden dan menagan napas dapat meningkatkan tekanan intrakranial yang menyebabkan pecah pembuluh darah. Dalam kondisi tertentu, kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak.

“Valsava manuver atau mengedan dapat menjadi pencetus peningkatan tekanan intra kranial. Peningkatan tekanan intrakranial ini dapat menyebabkan pecah pembuluh darah pada penderita darah tinggi yang menyebabkan perdarahan otak. Mengejan ini biasa dilakukan saat batuk, buang air besar, atau menahan napas,” jelas dr Subrady dalam keterangannya pada wartawan, Minggu (26/9/2021), seperti dilansir Detik.com.

Baca juga: Tersedak Lalu Lemas, Manajer Ceritakan Detik-Detik Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak

Meski demikian Anda tidak perlu terlalu cemas akan mengalami pendarahan otak karena ngeden. Hal ini kemungkinan besar terjadi pada kondisi tertentu, yakni pada orang yang memiliki faktor risiko.

Adapun penyebab pecahnya pembuluh darah di antaranya kondisi pembuluh darah mengeras, melebar, atau bocor.

Selain itu, faktor lain seperti tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, asam urat tinggi, serta strok juga berisiko memicu pendarahan otak seperti dialami komedian Tukul Arwana.

Baca juga: Dialami Tukul Arwana, Apakah Pendarahan Otak Bisa Sembuh?

“Penyakit-penyakit tersebut jika tidak dikontrol secara rutin akan berakibat fatal yang berujung pada pendarahan pada otak,” jelasnya.

Faktor lainnya adalah penggunaan obat seperti pengencer darah maupun narkoba juga meningkatkan risikonya. Satu hal lain yang perlu dicermati, pendarahan otak bisa juga terjadi karena faktor usia yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh.

 

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago