Ngawur! Puluhan Spanduk Ilegal dan Membahayakan di Bantul Dibongkar

Puluhan spanduk yang dipasang secara ilegal di sejumlah titik di Kabupaten Bantul ditertibkan.
SHARE
Ngawur! Puluhan Spanduk Ilegal dan Membahayakan di Bantul Dibongkar
SOLOPOS.COM - Satpol PP Bantul melakukan penertiban spanduk melanggar di wilayah Kabupaten Bantul. - Istimewa

Solopos.com, BANTUL — Satpol PP Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, membongkar puluhan spanduk yang pemasangannya dinilai melanggar aturan. Selain melanggar aturan, sebagian besar spanduk tersebut disinyalir tidak mengantongi izin dari pemerintah.

“Mungkin karena momentum Lebaran, jadi banyak pelaku usaha yang memanfaatkan itu dengan membuat papan-papan informasi. Namun dalam pemasangannya banyak pelanggaran yang dilakukan,” kata Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta, Selasa (17/5/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Hingga pekan ini, penindakan spanduk pelanggar masih dilakukan. Sejumlah kapanewon yang disasar dalam patroli spanduk liar ini, di antaranya Kapanewon Jetis, Imogiri, Banguntapan, Sewon, Pleret hingga Piyungan.

“Sejak sepekan patroli ada banyak titik, total 40-50 spanduk kami tertibkan,” jelasnya.

Baca Juga: Awas! Gelombang Tinggi & Banjir Rob Landa Pantai Bantul Hingga 20 Mei

Salah satu pelanggaran yang terbilang berbahaya menurut Yulius ialah pemasangan spanduk yang membentang secara melintang di atas jalan. Pemasangan ini menyalahi aturan dan berbahaya bagi pengendara yang melintas. Spanduk yang jatuh dapat menimpa pengendara atau terseret kendaraan yang lewat.

“Itu sangat melanggar, baik dari sisi keamanan bagi pengendara yang berlalu lintas, maupun dari sisi aturan hukum yang tertuang dalam Perda Reklame,” tegasnya.

Setelah Lebaran, penertiban spanduk akan kian diintensifkan. Spanduk yang kedapatan melanggar aturan akan langsung dibongkar, tujuannya agar tidak membahayakan.

“Sepekan setelah Lebaran ini akan kami kondisikan untuk penertiban,” ujarnya.

Baca Juga: Waduh, Sampah Menumpuk di Pasar Bantul Gara-Gara TPST Piyungan Ditutup

Menurut Yulius, spanduk-spanduk yang melanggar aturan itu dapat dikategorikan sebagai bentuk iklan terselebung dari pembuat spanduk. Pasalnya, selain menyampaikan ucapan Ramadan dan Lebaran, muatan yang ada dalam spanduk juga mengusung identitas produk atau usaha.

“Karena memang spanduknya merupakan bentuk periklanan terselubung. Artinya di situ ada ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, tetapi demikian juga menunjukan identitas produk usaha yang dilakukan,” kata dia.

Tak hanya soal pemasangan, pelanggaran lainnya adalah soal izin. “Saya yakin itu tidak ada izinnya, kemudian cara pemasangannya juga tidak sesuai sengan ketentuan,” tuturnya.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Puluhan Spanduk Ilegal Dibongkar, Satpol PP: Kebanyakan Iklan Terselubung



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago