[ X ] CLOSE

Nestapa Remaja Sragen 10 Tahun Hilang Terpisah dari Keluarga: Ngamen hingga Dipukuli

Begini kisah tragis seorang remaja di Sragen yang hilang selama 10 tahun sempat hidup sebagai pengamen di jalanan.
Nestapa Remaja Sragen 10 Tahun Hilang Terpisah dari Keluarga: Ngamen hingga Dipukuli
SOLOPOS.COM - Ervan Wahyu Anjarworo (tengah) mendapat bantuan peralatan pertukangan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat sebelum kembali ke Sragen, Senin (5/10/2020). (Istimewa/Dinas Sosial Sragen)

Solopos.com, SRAGEN – Seorang remaja di Sragen, Jawa Tengah, Ervan Wahyu Anjasworo, akhirnya bisa berkumpul lagi dengan keluarganya setelah 11 tahun berpisah. Remaja 16 tahun ini dinyatakan hilang sejak berusia lima tahun dan hidup sendirian di jalanan ibu kota.

Ervan menghilang bukan karena tersesat. Dia mengaku diajak empat anak lain untuk mengamen.

“Saat itu saya mau-mau saja diajak. Saya mengamen kemana-mana sampai di wilayah Jawa Tengah, bahkan sampai ke Solo," katanya saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya di Dukuh Panurejo, Desa Kedungupit, Sragen, Selasa (6/10/2020).

Fakta Baru Bentrokan di Pedan Klaten: Berawal dari Tagih Utang

Selama tinggal terpisah dari keluarganya dan mengamen di jalanan, remaja asal Sragen itu mengaku sering mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Dia bahkan sering dipukuli jika uang setoran hasil mengamen tidak sesuai target.

"Kenangan paling sedih ya waktu disuruh mengamen itu. Kalau tidak melebihi target suka dipukul," jelasnya seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (7/10/2020).

Hilang

Ervan mengaku bertemu dengan pengamen itu saat hendak pulang ke rumah kontrakan ayahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam perjalanan pulang mengembalikan mainan di rumah tetangga.

"Kan saya selesai ngembaliin game watch yang saya sewa dari tetangga. Saat perjalanan pulang, ketemu empat pengamen. Mereka menghampiri saya terus diajak ngamen," paparnya.

Panji Petualang Komentari Luka Wagiyo Si Korban Gigitan Ular Bandotan di Sragen

Saat itu Ervan tidak berpikir panjang. Dia pun menuruti ajakan keempat pengamen yang berusia lebih tua darinya. Sejak saat itulah kehidupannya berubah. Bukan hal mudah bagi dirinya untuk melarikan diri.

"Disuruh ngamen. Mereka kasih target pendapatan minimal Rp60.000 sehari. Kalau tidak melebihi itu saya dipukul, dicambuk, tangan saya ini juga pernah disilet. Pernah berusaha kabur, tapi ketangkep lagi. Abis itu digebukin," sambung dia.

Lepas dari Pengamen

Remaja Sragen itu mengaku sering menangis karena ingin bertemu keluarganya. Apalagi para pengamen itu sering berjanji mengantarkannya pulang. Sampai akhirnya dia bisa melarikan diri saat mengamen di Bogor, Jawa Barat, dan kebetulan ada razia Satpol PP.

"Nah, saat di Bogor, ada razia Satpol PP. Suara sirene Satpol PP membuka kami kalang kabut berlari. Saya pun berlari masuk ke permukiman hingga akhirnya bertemu ketua RT setempat yang lupa namanya,” kisah Ervan.

Bikin Resah! Manusia Silver di Bangjo Jetis Klaten Diciduk Satpol PP

Ia kemudian tinggal di rumah ketua RT di wilayah Parung, Bogor. Namun, empat bulan kemudian ketua RT itu meninggal. Ervan pun diasuh saudara ketua RT yang bernama Eli dan kemudian diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bogor.

Remaja Sragen itu selanjutnya diasuh pegawai P2TP2A Bogor yang bernama Wiwit. Sejak diasuh ibu itulah Ervan mengenyam pendidikan di dua pondok pesantren untuk sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), yakni Ponpes Salafiah Bogor dan Ponpes Al Ilham Bandung. Di sana dia mulai belajar menghafalkan Alquran.

“Sekarang setelah dites, saya hanya tinggal hafal 11 juz saja, yakni mulai juz I-11 Alquran,” katanya.

Beda dari Gibran, Bajo Andalkan Tukang Batu hingga Emak-Emak sebagai Jurkam

Setelah melalui perjalanan panjang, Ervan akhirnya bisa bertemu lagi dengan ayahnya, Suparno. Kisah perpisahan Suparno dan Ervan diketahui saat Januri melakukan kunjungan ke rumah (home visit) Suparno. Saat itu, petugas ingin memastikan Suparno benar-benar orang tua kandung Ervan, remaja yang hilang sejak 10 tahun lalu.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago