Nekat Tasyakuran Di Restoran Setelah Ijab Kabul, Rombongan Asal Trucuk Klaten Dibubarkan

Acara tasyakuran yang diikuti 25 orang dari Trucuk di salah satu rumah makan wilayah Pedan, Klaten, dibubarkan tim Satgas Covid-19 Klaten.
Nekat Tasyakuran Di Restoran Setelah Ijab Kabul, Rombongan Asal Trucuk Klaten Dibubarkan
SOLOPOS.COM - Tim gabungan Satgas Covid-19 Klaten mendatangi salah satu rumah makan di Kecamatan Pedan, yang digunakan untuk kegiatan tasyakuran, Kamis (8/7/2021). (Istimewa/Disparbudpora Klaten)

Solopos.com, KLATEN — Acara makan bersama tasyakuran rombongan asal Kecamatan Trucuk, di salah satu rumah makan wilayah Pedan didatangi dan dibubarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Kamis (8/7/2021).

Tim satgas terdiri atas aparat gabungan TNI, Polri, Disparbudpora, Satpol PP, Dishub, Disdagkop dan UKM. Juga dibantu personel Batalion Kavaleri 2 Ambarawa yang diperbantukan di Klaten selama PPKM darurat.

“Kemarin kami sasaran operasi di wilayah Pedan. Kami masuk ke salah satu rumah makan bersama tim ternyata di sana ada kerumunan,” kata Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: Ditegur Bupati, Pedagang Angkringan di Klaten Malah Minta Selfie

Nugroho mengatakan kerumunan yang dibubarkan di salah satu rumah makan itu merupakan rombongan warga dari Kecamatan Trucuk, Klaten, yang hendak tasyakuran. Acara itu diikuti sekitar 25 orang yang baru saja menggelar ijab kabul.

“Kemudian kami panggil baik dari pengelola dan penyelenggara kegiatan apakah ada izin RT/RW atau tidak ternyata tidak. Akhirnya kami ajak diskusi dan kami menyarankan apakah mau dibubarkan atau bubar sendiri, akhirnya mereka memilih membubarkan diri,” kata Nugroho.

Baca Juga: Ambulans Dilempari Batu di Solo, Ini Tanggapan PC Muhammadiyah Cawas Klaten

Jam Buka Rumah Makan

Nugroho menuturkan dari kejadian itu pengelola rumah makan lantas diberi peringatan tentang ketentuan jam operasi rumah makan selama PPKM darurat.

Ketentuannya yakni dilarang makan di tempat atau hanya melayani take away atau dibawa pulang. itu pun dengan pembatasan jam beroperasi maksimal hingga pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Pasar Klithikan & Pasar Burung Klaten Ditutup Selama PPKM Darurat

“Ternyata di lapangan masih ditemukan yang masih melakukan pelanggaran terkait ketentuan tersebut. Ada juga yang sudah taat dengan ketentuan tersebut,” ungkapnya.

Nugroho menegaskan operasi oleh tim gabungan bakal terus dilakukan selama PPKM darurat. Ia mencontohkan seperti operasi tim gabungan di wilayah Jatinom pada Jumat. Petugas juga memperingatkan sejumlah pengelola warung makan agar tidak melayani makan di tempat selama PPKM darurat.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago