top ear
Petugas Satpol PP Karanganyar menertibkan warnet gim online yang nekat buka di tengah pandemi corona. (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas Satpol PP Karanganyar menertibkan warnet gim online yang nekat buka di tengah pandemi corona. (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)

Nekat Buka Saat Pandemi Corona, Warnet & Rental PS di Karanganyar Terancam Disegel

Rental PS dan warnet di Karanganyar yang nekat buka di tengah pandemi corona terancam disegel.
Diterbitkan Senin, 6/04/2020 - 12:56 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Warnet game online dan rental PS di Karanganyar yang nekat buka selama masa darurat pandemi corona bakal disegel. Pasalnya, hal tersebut melanggar anjuran pemerintah tentang penerapan pembatasan sosial berskala besar.

Plt. Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo, mengatakan pihaknya masih terus menyisir lokasi-lokasi pusat permainan yang berpotensi mengumpulkan massa di satu titik. Menurutnya, warnet game online dan rental PS (playstation) di Karanganyar menjadi tempat yang paling rawan.

BPNB Akui Data Kasus Corona Ada yang Ditutupi & Tak Sinkron

Sebab, meski sudah ditegur beberapa kali, pemilik warnet maupun rental PS di Karanganyar masih kerap nekat buka secara sembunyi-sembunyi.

“Kami sudah menegur sejak anjuran ini sudah disosialisasikan. Tapi ternyata saat kami cek mereka [rental game] masih nekat buka,” terang Yopi Eko Jatiwibowo kepada Solopos.com, Sabtu (4/4/2020).

Pulang dari Bali, Warga Sangkrah Solo Sempat Marah Tak Mau Didata

Selama ini, pemilik warnet dan rental PS di Karanganyar tetap beroperasi dengan cara menutup pintu depan. Namun, saat ditilik di dalamnya ada belasan orang yang asyik bermain.

“Trik mereka pintu ditutup seperti kelihatan tutup. Tapi pas kami masuk ternyata ada belasan orang yang main di situ, di tempat yang tidak luas. Jadi membentuk kerumunan,” beber dia.

Wajib Digunakan Saat Berpergian, Apa Sanksi Jika Tak Gunakan Masker?

Ancaman Penyegelan

Menurutnya, hal tersebut sangat berisiko lantaran melibatkan pelajar yang tengah diliburkan untuk mengkarantina diri di rumah. Yopi Eko Jatiwibowo menambahkan, orang tua harus ekstra mengawasi anak yang diimbau belajar di rumah agar tidak keluyuran.

“Apalagi pelajar itu fungsi diliburkan kan untuk karantina. Kalau mereka membuka itu, pelajar dapat media untuk bermain dan malah keluar rumah. Orang tua juga harus memperhatikan juga, jangan sampai anaknya malah dibiarkan keluyuran,” sambung dia.

Update! Pasien Sembuh Corona di Jateng Jadi 14 Orang, Ini Rinciannya

Sejauh ini, aparat Satpol PP Polres Karanganyar masih melakukan teguran secara lisan. Tetapi apabila masih nekat, maka warnet dan rental PS yang nekat buka di Karanganyar itu terancam disegel bahkan disita semua peralatannya.

“Tindakan paling tegas nanti bisa kami segel kalau masih ngeyel,” imbuh dia.

Dilema Pengusaha

Salah satu warga Karanganyar, Irfan Salafudin, 40, mengatakan peratuuran tersebut merupakan dilema bagi para pengusaha rental game  baik warnet maupun PS di Karanganyar.

Pasalnya, di satu sisi, masyarakat perlu mengkarantina diri untuk memutus rantai penularan virus corona. Tetapi, di sisi lain pengusaha perlu mendapatkan pemasukan untuk kelangsungan hidup.

Tiru Korsel, Wali Kota Solo Imbau Warga Pakai Masker

“Susah juga kalau dilihat dari berbagai sisi. Kalau soal wabah ya penting untuk membatasi. Tapi kalau soal pemasukan, mereka kan juga perlu pemasukan. Kalau tutup tidak ada penghasilan,” ucap dia.

Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait