NATAL 2013 : Polresta Solo Antisipasi Teror

SHARE
NATAL 2013 : Polresta Solo Antisipasi Teror
SOLOPOS.COM - Ilustrasi antisipasi teror, mengecek kondisi water canon Polresta Solo (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO—Kapolresta Solo, AKBP Iriansyah, menyatakan tidak ada ruang bagi pengacau atau pengganggu keamanan berulah di Solo saat perayaan Natal mendatang. Pengamanan yang telah direncanakan diklaim akan dapat mengkaver kebutuhan pengamanan di penjuru Kota Bengawan.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kapolres Bima, NTB, itu menanggapi informasi yang Kapolri, Jenderal Pol Sutarman, perihal adanya potensi ancaman teror di Solo menjelang Natal tahun ini. Saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo Iriansyah mengatakan, informasi yang diutarakan Kapolri bertujuan agar daerah yang disebutkan itu dapat mengantisipasi dan lebih waspada terhadap ancaman teror.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Ia meyakini informasi yang didapat Kapolri merupakan data akurat dari intelijen yang jauh-jauh hari mengamati Solo. Walau begitu, lanjut dia, Mabes Polri belum memandang perlu menerjunkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror.

“Sesuai dengan instruksi Kapolri, tentunya kami akan lebih waspada. Dan kewaspadaan itu sebenarnya sudah tercermin dari kesiapan pengamanan yang kami lakukan. Saya kira tidak ada ruang bagi pengacau keamanan berulah di Solo ini. Pengamanan telah kami rencanakan dengan matang,” papar Iriansyah.

Ketika disinggung Solopos.com, mengenai seberapa besar ancaman teror di Solo, dia mengatakan indikasi adanya teror itu belum tampak. Bahkan, ia mengklaim hingga kini Solo terpantau kondusif. Kendati demikian, upaya antipasi tetap dilaksanakan agar kondusifitas tetap terjaga, sehingga kegiatan masyarakat, khususnya peribadatan umat Kristen, dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Lebih lanjut dijelaskan Iriansyah, seperti pengamanan sebelumnya pengamanan akan difokuskan di gereja-gereja yang menggelar peribadatan Natal. Pos pengamanan (pospam) juga akan didirikan di gereja tertentu yang dianggap mempunyai kerawanan lebih tinggi dari gereja lainnya. Pospol-pospol itu bakal dijaga aparat pengamanan gabungan polisi, TNI, dan unsur masyarakat.

“Kami akan menerjunkan lebih dari 1.400 personel pengamanan. Pasukan-pasukan khusus juga telah kami bentuk, termasuk sniper [penembak jitu], jibom [penjinak bom], dan pasukan yang khusus mengamankan para personel pengamanan. Senjata yang akan dibawa para personel akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Dan jika ada kondisi membayakan keselamatan, mereka siap menembak. Upaya itu tentunya harus dilakukan sesuai protap [prosedur tetap],” imbuh Iriansyah.

Terpisah, salah satu petugas keamanan Gereja El Shaddai, Widuran, Jebres, Solo, Yohanes, saat ditemui wartawan mengaku tidak khawatir. Ia sepenuhnya percaya dengan upaya polisi dan seluruh unsur untuk mengamankan perayaan Natal. Koordinasi mengenai pengamanan, kata dia, telah dilakukan dengan pihak polisi.

“Kami akan memeriksa setiap jamaah yang akan masuk ke gereja,” tukas Yohanes



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago