Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

NASKAH KUNO RADYA PUSTAKA : Suhu Dingin AC Jadi Penyebab, Ratusan Koleksi Terancam Rusak

SHARE
NASKAH KUNO RADYA PUSTAKA : Suhu Dingin AC Jadi Penyebab, Ratusan Koleksi Terancam Rusak
SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Ratusan koleksi naskah-naskah kuno di Museum Radya Pustaka peninggalan tahun 1.800an terancam rusak. Suhu dingin dari Air Condition (AC) yang hidup selama 24 jam di tempat penyimpanan naskah jadi penyebab isi ruangan menjadi berair.

Kepala Komite Museum Radya Pustaka, Purnomo Subagyo saat ditemui Solopos.com di ruang perpustakaan museum, Jumat (20/9/2013) mengatakan dari ribuan koleksi, ada sekitar 400 buku dan naskah kuno tertua di museum. Selama ini suhu ruangan tempat penyimpanan buku dan naskah tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Kondisi suhu tempat penyimpanan buku dan naskah kuno harus selalu dingin, tetapi suhu dingin dari AC justru membuat isi ruangan berair, kalau seperti ini naskah bisa cepat rusak,” paparnya.

Ia menjelaskan saat ini pihak museum telah berupaya untuk pengadaan alat pendingin ruangan khusus naskah yang berusia ratusan tahun itu. Hembusan udara yang keluar dari alat pendingin itu tidak menyebabkan ruangan menjadi berair seperti AC.

“Alat itu bentuknya hampir sama seperti AC, namanya humidifier, pelembab yang tidak menyebabkan ruangan menjadi berair. Saya juga belum tahu wujudnya,” imbuhnya.

Pengadaan alat pengatur suhu tersebut rencananya akan bersamaan dengan pengadaan alat digital lainnya seperti scaning naskah dan alat reproduksi naskah.

Dana yang digunakan untuk membeli alat tersebut, pihaknya telah mengajukan dari dana hibah Pemkot Solo.

Ia mengatakan ada 46 arca bersejarah di rumah Harjonegoro milik Kanjeng Suwarno yang akan dipindahkan ke Museum Radya Pustaka. Dana hibah pemindahan tersebut sekitar Rp400 juta. Namun, museum belum memiliki tempat untuk menyimpan arca-arca tersebut.

“Kami mengusulkanan bila Rp98 juta dari dana pemindahan arca tersebut digunakan untuk pengadaan alat scanning, reproduksi gambar dan humidifier dulu,” ungkapnya.

Anggota staf pengelola Museum Radya Pustaka, Yanti menjelaskan selama ini ratusan naskah kuno itu disimpan di dalam puluhan kotak plastik yang tersusun di rak perpustakaan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode