Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

NASIONALISME : Pelajar Menyanyikan Indonesia Raya Cengegesan, Wakil Walikota Ini : Sakitnya Tuh Di Sini

SHARE
NASIONALISME : Pelajar Menyanyikan Indonesia Raya Cengegesan, Wakil Walikota Ini : Sakitnya Tuh Di Sini
SOLOPOS.COM - ratusan siswa-siswi SLTA di Kota Madiun mendengarkan ceramah tentang Nasionalisme di aula Diklat Kota Madiun. (JIBI/Solopos/Aries Susanto)

Nasionalisme di kalangan pelajar tengah terkikis oleh aneka budaya pop. Apa komentar Wakil Walikota Madiun?

 

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Madiunpos.com, KOTA MADIUN – Budaya pop nampaknya mulai menjalar dan menjauhkan generasi bangsa dari semangat Nasionalisme. Tak sedikit para pelajar yang kini lebih meresapi lirik musik musik pop dan dangdut ketimbang lagu kebangsaannya.

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismayanto saat menyampaikan materi Nasionalisme di hadapan ratusan siswa-siswi SLTA di Gedung Diklat Kota Madiun, Selasa (10/3/2015).

Sugeng mengatakan, para pelajar sebenarnya tak masalah belajar atau menghapal lagu-lagu dangdut dan pop yang membanjir saat ini. Namun, imbuhnya, jangan sampai gara-gara lagu-lagu tersebut semangat dan jiwa Nasionalisme menjadi luntur.

“Diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya malah cengegsan.  Sakitnya Tuh Di Sini,” ujar Sugeng mengutip lagu dangdut yang lagi naik daun di kalangan remaja dan anak-anak itu.

Sugeng mengingatkan, saat ini banyak lagu-lagu yang sebenarnya tak mendidik. Lagu-lagu itu secara tak langsung mengajarkan orang untuk menjadi hedonis alias bergaya hidup glamour, egois, kurang tanggap sosial, yang ujung-ujungnya menghasilkan generasi lebay dan cengeng.

 

“Janganlah menjadi generasi yang lebay, jablay, letoy, suka-suka gue, dan yang penting heppi. Ini sangat bertentangan dengan semangat Nasionalisme bangsa,” pesannya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Sugeng mengingatkan sejumlah siswa yang terlihat asyik main handphone sendiri ketika lagu Kebangsaan dikumandangkan. Menurutnya, sikap tersebut adalah cerminan bahwa pelajar kurang bisa menghargai dan menghayati lirik lagu ciptaan para pendahulu bangsa.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode