Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Nasib Transportasi Umum, Masihkah Dibutuhkan Warga Sragen?

Sejumlah warga Sragen memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum untuk mendukung aktivitas.
SHARE
Nasib Transportasi Umum, Masihkah Dibutuhkan Warga Sragen?
SOLOPOS.COM - Bus PO Sumber Makmur terparkir di garasi di Dukuh Sidomulyo, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, Senin (15/8/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SRAGEN–Sektor transportasi umum mulai menurun karena tidak lagi diminati oleh masyarakat.

Pilihan masyarakat jatuh ke kendaraan pribadi karena transportasi umum yang dirasa tidak maksimal.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Salah satu warga Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Aina Nur Almardiyah mengaku memang lebih memiliki memakai kendaraan pribadi. Karena menurutnya transportasi umum di Sragen hanya ngetem di pasar.

“Misal dari sekolah atau rumah harus jalan kaki dulu ke pasar. Memang ada beberapa halte, tapi belum terstruktur, tidak tahu jadwal kapan bus datang,” terang Aina kepada Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Aina menambahkan sebenarnya transportasi umum bisa dikembangkan secara maksimal, bisa untuk mengurangi kemacetan.

Senada disampaikan warga Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Zainun Dwiyana. Dia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Menurut Zainun, transportasi umum hanya melewati jalan-jalan tertentu. Kemudian pengguna transportasi umum di Sragen hanya relevan untuk usia tertentu dan tempat tujuan tertentu, seperti pasar, sekolah, dan terminal.

Warga Kecamatan Masaran, Monica Ayu, menyatakan kondisi transportasi umum kurang jika dilihat dari jarak tempuh di Sragen yang hanya dibeberapa tempat.

“Lebih memilih kendaraan pribadi karena kalau transportasi umum biasanya tidak menjangkau tempat tujuan,” tambah Monica pada Kamis (18/8/2022).

Terpisah, para pengusaha transportasi umum di Sragen mengatakan memang transportasi umum tidak lagi diminati.

Pemilik PO. Sumbermakmur, Edi Kristianto, mengatakan trayek armada antarkota dalam provinsi (AKDP) miliknya kalah dengan kendaraan pribadi dan ojek online. Edi berharap minat masyarakat kembali ke transportasi umum, sehingga kelangsungan usahanya berjalan.

Kemudian Perwakilan Operasional PT Harta Sanjaya, Joko Supeno mengatakan trayek armada busnys berhenti melayani AKDP Solo-Sragen, sekarang hanya melayani trayek antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata.

“Sekarang kalah dengan sepeda motor, kalau ke Solo rata-rata orang menggunakan sepeda motor,” tambah Joko.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode