Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

NARKOBA JOGJA : Ternyata, Sabu Masuk Wirogunan dengan Cara Disembunyikan di Kemaluan

SHARE
NARKOBA JOGJA : Ternyata, Sabu Masuk Wirogunan dengan Cara Disembunyikan di Kemaluan
SOLOPOS.COM - Para narapidana yang dibawa ke Polresta Jogja karena terlibat kasus sabu-sabu di dalam Lapas Wirogunan. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Narkoba Jogja terungkap di Lapas Wirogunan

Harianjogja.com, JOGJA -Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja masih terus memburu pemasok paket sabu-sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jogja-Lapas Wirogunan. Polisi sudah mengantongi identitas pemasok tersebut.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja, Komisaris Polisi Sugeng Riyadi, pemasok berinisial E itu kini sudah melarikan diri ke luar DIY. “Kami dapat informasi pelaku berpindah-pindah tempat,” kata Sugeng, di kantornya, Senin (30/1/2017).

Sugeng mengatakan pemasok tersebut merupakan teman salah satu dari 16 narapidana Lapas Wirogunan yang tertangkap tengah berpesta sabu-sabu di blok D Kamar 1 dan 6. Ke-16 narapidana kini masih menjalani proses hukum diluar proses hukum pidana umum yang tengah mereka jalani.

Salah satu narapidana itu diketahui berinisial CT. Menurut Sugeng, sepekan sebelum pesta sabu-sabu, CT minta dicarikan sabu-sabu kepada E saat E membesuk CT. Kemudian pada 18 Januari CT dibesuk kembali dan dibawakan paket sabu-sabu.

Paket sabu-sabu itu diselundupkan melalui makanan ringan kemudian diberikan kepada CT.

“Pelaku mancampur sabu di makanan ringan, lalu oleh narapidana itu diambil dan direkatkan di kemaluannya sehingga lolos saat penggeledahan badan,” ujar Sugeng.

Lolosnya paket sabu-sabu itu diakui Sugeng karena petugas Lapas tidak mungkin sampai memeriksa area kemaluan narapidana. Sehari setelah dapat sabu-sabu, BH dan YN yang membuat alat hisap dari botol bekas minuman berenergi. Mereka berpesta sabu-sabu pada pagi dan siang hari.

Aksi mereka baru diketahui setelah petugas Lapas menemukan alat hisap di sekitar Blok D. Kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Lapas setempat untuk pemeriksaan urin semua penghuni Blok D. Sugeng berujar, dari 20 yang diperiksa urin, 15 positif sabu-sabu, dan satu positif psikotropika.

Temuan tersebut langsung diserahkan kepada polisi. Sugeng mengapresiasi apa yang dilakukan Kepala Lapas Wirogunan dalam memberantas narkoba. Sejauh ini, diakui Sugeng, baru Lapas Wirogunan yang terbuka dalam koordinasi dengan kepolisian dalam masalah narkob di Lapas.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode