Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.
Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah
SOLOPOS.COM - Suasana ruang perawatan pasien di RSUD Waras Wiris, Kecamatan Andong, Boyolali, Selasa (30/11/2021). (Istimewa/Sherly Jeanne Kilapong)

Solopos.com, BOYOLALI—Diproyeksikan bakal naik ke tipe C, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waras Wiris Andong, Boyolali, terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan seperti menambah kapasitas hingga 100 tempat tidur, peralatan medis, hingga dokter spesialis.

PromosiBerminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Direktur RSUD Waras Wiris, Sherly Jeanne Kilapong, mengatakan persiapan terus digenjot guna menyongsong status RS tipe C. Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Selain itu, RS juga didukung sejumlah dokter spesialis seperti spesialis bedah, spesilias penyakit dalam, spesialis radiologi, spesialis anestesi, hingga dokter spesialis jiwa.

Baca Juga: Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

“Dalam permenkes sebenarnya tidak mensyaratkan jumlah minimal dokter spesialis karena disesuaikan dengan ciri khas RS,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (30/11/2021).

Selama ini RSUD Waras Wiris memberikan layanan kesehatan kepada warga di Kecamatan Andong, Nogosari, Klego, Juwangi, dan Wonosegoro serta Wonosamodro. Sebagian pasien juga datang dari Kabupaten Grobogan lantaran letaknya yang berbatasan langsung.

Saban hari, ada 100-an pasien datang ke RSUD Waras Wiris menjalani rawat jalan. Sedangkan, pasien rawat inap memenuhi sekitar 30 persen dari kapasitas total yang tersedia. Mereka umumnya menempati ruangan kelas III.

Baca Juga: Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

“Saat ini BOR [bed occupancy rate] non Covid sekitar 30 persen. Selain memfasilitas masyarakat Boyolali utara, kami juga menjadi rujukan pasien dari Kabupaten Grobogan,” ujar Sherly.

Ia menambahkan dua bulan terakhir, manajemen RS memfungsikan kembali bangsal-bangsal untuk pasien non-Covid-19. Sebab, per Oktober lalu, RS menerima lonjakan jumlah pasien hingga 100 persen dibanding selama pandemi.

“November ini juga mulai meningkat lagi. Kami masih berjuang karena dampak Covid-19. Pelayanan juga perlu terus diperbaiki,” sambung dia.

Baca Juga: Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, Insan Adi Asmono, mengatakan ada dua RS yang didorong naik kelas menjadi tipe C yakni RSUD Simo dan RSUD Waras Wiris. Namun, baru RSUD Waras Wiris yang lebih dulu naik kelas pada akhir tahun ini.

“Tinggal penetapan SK Bupati dan penataan sistem saja. Nantinya fasilitas RS Waras Wiris juga akan ditambah. Utamanya dalam ketersediaan tempat tidur dan dokter spesialis,” imbuh Insan.

Peningkatkan status ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, Pemkab Boyolali juga mendorong puskesmas-puskesmas besar di Juwangi dan Wonosegoro naik kelas menjadi rumah sakit.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago