top ear
Tutup Iklan
Murid Tantang Guru Pakai Celurit di Gunungkidul Berakhir Damai
  • SOLOPOS.COM
    Murid yang menantang guru dengan celurit di SMPN 5 Ngawen, Dusun Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Jumat (6/9/2019). (Instagram-@boyolalikita)

Murid Tantang Guru Pakai Celurit di Gunungkidul Berakhir Damai

Video yang merekam seorang murid menantang guru dengan membawa celurit di SMPN 5 Ngawen Gunung Kidul viral di media sosial. Kasus tersebut berakhir damai setelah orang tua si murid dan guru mengikuti mediasi.
Diterbitkan Rabu, 11/09/2019 - 17:40 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra,
1 mnt baca -

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Video yang merekam seorang murid menantang guru dengan membawa celurit di SMPN 5 Ngawen, Dusun Jurangjero, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), https://viral.solopos.com/read/20190908/486/1017268/caper-pemuda-ini-keluarkan-jurus-silat-saat-ditilang">viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/9/2019).

Berdasarkan video yang beredar, tampak remaja datang ke sekolahan membawa celurit dan meminta handphone yang disita pihak sekolah. Salah satu orang di sekolahan itu pun kemudian memberikan handphone yang disita dan menyuruh si murid untuk segera pergi.

Berdasarkan keterangan pengelola akun Instagram @boyolalikita, Rabu (11/9/2019), yang mengaku tahu detail peristiwa pada video viral itu, si murid marah karena handphone-nya disita pihak sekolah.

jeda.id

"Seorang siswa yang diduga kecanduan game online, ketahuan guru, lalu HP disita. Dia balik ke rumah, datang lagi ke sekolah sambil bawa senjata tajam untuk mengambil HP-nya," tulisnya.

Meski video itu sempat membuat geger warganet, wali murid dan guru pada di SMPN 5 Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, pada video https://viral.solopos.com/read/20190908/486/1017268/caper-pemuda-ini-keluarkan-jurus-silat-saat-ditilang">viral itu akhirnya sepakat berdamai.

Berdasarkan foto surat pernyataan yang juga diunggah di akun Instagram @boyolalikita, Tomo Sumito, 65, warga Dusun Purworejo, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, yang merupakan wali murid dan Sriyana, 54, warga Dusun Palem, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Gunungkidul, sepakat tak membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Surat pernyataan itu ditandatangani pada 11 September 2019. Namun meski berdamai, netizen masih berharap si murid diberi efek jera agar tak mengulanginya lagi di masa depan.

Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini