top ear
Para sukarelawan SAR Poldes Sragen membagikan nasi bungkus kepada warga di sekitar Pasar Masaran, Sragen, Minggu (28/2/2021). (Istimewa/Poldes Sragen)
  • SOLOPOS.COM
    Para sukarelawan SAR Poldes Sragen membagikan nasi bungkus kepada warga di sekitar Pasar Masaran, Sragen, Minggu (28/2/2021). (Istimewa/Poldes Sragen)

Mulia! Poldes Sragen Bagikan 700 Bungkus Nasi Gratis Saat Pandemi

SAR Poldes Kabupaten Sragen bersama Komunitas Penggilingan Padi Soloraya membagikan 700 bungkus nasi kepada warga.
Diterbitkan Senin, 1/03/2021 - 07:00 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Para sukarelawan kemanusiaan yang tergabung dalam SAR Poldes Kabupaten Sragen bersama Komunitas Penggilingan Padi Soloraya membagikan 700 bungkus nasi gratis kepada warga di seputaran Pasar Masaran, Pasar Nguwer Sidoharjo, dan wilayah Patihan, Sidoharjo, Sragen, Minggu (28/2/2021).

Pembagian ratusan bungkus nasi itu dilakukan untuk meringankan ekonomi masyarakat di masa pandemi. Pembagian nasi bungkus itu dilakukan belasan orang sukarelawan SAR Poldes Sragen dibantu SAR FKPPI.

Pembagian nasi bungkus gratis itu dikoordinasi Ketua SAR Poldes Sragen Mulyono. Setelah membagikan nasi bungkus, mereka pun makan bersama sebagai bentuk kekompakan.

Baca Juga: Capek Disalahkan Terus Soal Underpass Makamhaji, Pemkab Sukoharjo Minta Ini Ke Kemenhub

“Alhamdulillah Poldes Kabupaten Sragen bisa membagikan nasi bungkus dan makan bersama-sama. Kami saling berbagi dan saling memberi. Ada 700 bungkus nasi yang terbagikan kepada masyarakat. Terima kasih kepada semua sukarelawan yang menyiapkan aksi berbagi ini sejak Sabtu [27/2/2021] malam sampai siang ini. Kami bekerja untuk mencari ridha Allah SWT,” kata Mulyono kepada Solopos.com, Minggu siang.

Dua Lokasi

Sekretaris SAR Poldes Kabupaten Sragen Tri Setyawan menjelaskan pembagian nasi bungkus itu dilakukan di dua lokasi, Pasar Masaran dan Pasar Nguwer, kemudian berlanjut ke wilayah Patihan, Sidoharjo. Dia mengatakan sasaran pembagian nasi bungkus itu masyarakat umum, seperti warga, tukang ojek, dan seterusnya.

“Program bagi-bagi nasi bungkus ini akan dilakukan sepekan sekali. Program ini dibuat setelah ada bantuan beras dari Komunitas Pengilingan Padi Soloraya. Kami mendapat bantuan beras sebanyak 450 kg. Bantuan beras itu dibagikan dalam bentuk nasi bungkus. Kami memasaknya dan menambah lauknya. Alhamdulillah bisa berjalan,” ujar Tri.

Baca Juga: Simon McMenemy Kembali ke Bhayangkara Solo FC, Punya Ide Kolaborasi dengan Persis Solo

Dia mengatakan Komunitas Penggilingan Padi Soloraya itu memang mempercayakan bantuan itu ke Poldes. Dia mengatakan kalau diberikan dalam bentuk beras itu hanya beberapa orang yang dapat tetapi kalau diwujudkan dalam bentuk nasi bungkus maka bantuan bisa merata.

“Momentumnya karena ada pandemi. Kami membagikan nasi bungkus untuk meringankan beban mereka yang terkena dampak ekonomi karena pandemi,” katanya.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya