top ear
Logo Palang Merah Indonesia. (Antara)
  • SOLOPOS.COM
    Logo Palang Merah Indonesia. (Antara)

Mulia, PMI Sragen Salurkan Bantuan 250 Paket Sembako untuk Warga yang Positif Covid-19

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen menyalurkan bantuan paket sembako kepada para warga yang dinyatakan positif Covid-19.
Diterbitkan Selasa, 24/11/2020 - 21:30 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa 250 paket sembako kepada keluarga dari warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Juli lalu.

Saat warga yang menjadi penopang perekonomian keluarga dinyatakan positif Covid-19, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi di Gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen. Selama menjalani masa isolasi, mereka tidak bisa bekerja sehingga tak punya penghasilan untuk mencukupi keluarga.

Atas dasar itu, PMI turut penyalurkan batuan sembako kepada mereka. "Paket sembako tidak hanya untuk warga yang terkonfirmasi positif corona, tetapi juga untuk korban bencana [seperti kebakaran rumah]," jelas Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno, kepada Solopos.com, Selasa (23/11/2020).

Belum Selesai Dibangun, IGD RSUD Tangen Sragen Bakal Jadi RSD Covid-19

Paket sembako itu berasal dari sumbangan dana dari masyarakat untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

Selain paket sembako, terhitung sejak Juli, PMI Sragen juga menyalurkan bantuan alat semprot atau sprayer sebanyak 13 unit, paket disinfektan sebanyak 150 unit, cairan disinfektan, dan sarana penunjang prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebanyak 350 unit.

Semua bantuan dari PMI tersebut disalurkan kepada warga di 28 desa di delapan kecamatan di Sragen.

Jamban

Guna menunjang PHBS, PMI Sragen bersama United States Agency for International Development (USAID) menyalurkan bantuan pembangunan 39 jamban sehat di empat desa.

Tiga dari empat desa itu berlokasi di Kecamatan Tanon. Ketiganya adalah Sambiduwur sebanyak 15 unit, Desa Kalikobok sebanyak 15 unit dan Desa Padas sebanyak tiga unit. Satu desa di Kecamatan Sukodono yakni Gebang mendapat bantuan pembangunan empat unit jamban. Adapun biaya pembangunan jamban itu masing-masing unit senilai Rp1,5 juta.

Dalam hal ini, USAID menyediakan lembaga teknis yang bisa mengerjakan pembangunan jamban sehat tersebut. Lembaga teknis itu sudah mendapat bekal pelatihan yang difasilitasi oleh USAID.

Terhitung sejak 2017 lalu, PMI Sragen telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp280 juta untuk pembangunan jamban sehat di Bumi Sukowati. Setiap tahun, PMI menyalurkan bantuan jamban sehat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Bila pada tahun-tahun sebelumnya hanya ada lima jamban yang dibangun melalui program TMMD. Khusus pada tahun ini, ada 10 jamban yang dibangun melalui program yang sama.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
DataUtama

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini