top ear
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meladeni wawancara seusai peresmian peresmian Gedung C, Gedung D, dan lahan parkir baru RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (8/12/2018). (Solopos-Arif Fajar)
  • SOLOPOS.COM
    Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meladeni wawancara seusai peresmian peresmian Gedung C, Gedung D, dan lahan parkir baru RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (8/12/2018). (Solopos-Arif Fajar)

Muhammadiyah Pun Kehilangan Sosok Didi Kempot

Banyak tokoh dan kelompok masyarakat yang merasa kehilangan Didi Kempot, termasuk tokoh Muhammadiyah.
Diterbitkan Rabu, 6/05/2020 - 03:30 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA -- Banyak tokoh dan kelompok masyarakat yang merasa kehilangan Didi Kempot, bahkan termasuk tokoh-tokoh pemimpin ormas besar termasuk Muhammadiyah. Itu karena musisi campur sari tersebut dikenal sebagai tokoh seniman yang rendah hati meskipun sangat populer.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Almarhum Didi Kempot sebagai pribadi yang rendah hati dan menjadi contoh kaum muda bahwa menjadi apapun nanti supaya tetap ingat jati dirinya.

Prediksi Akhir Pandemi Covid-19 Indonesia Mundur, Dari Juni Ke Oktober

"Indonesia kehilangan Didi Kempot, seniman besar yang rendah hati dan populer di semua kalangan usia dan golongan," kata Haedar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Sikap rendah hati, itulah yang membuat Ketua PP Muhammadiyah tersebut menilai Indonesia kehilangan Didi Kempot. Haedar mengatakan lagu yang dibawakan Didi mengena, membangkitkan rasa dan semangat yang penuh arti.

Cuap-Cuap Kemenhub Soal Penumpang Positif Covid-19: Penularan Tak Cuma di KRL

Kerendahan hati Didi, kata Haedar Nashir, merupakan contoh seorang yang populer, tapi tetap membumi di kehidupan masyarakat Indonesia. Seniman musik campursari itu, lanjut dia, mampu menunjukkan sebagai pribadi yang tetap mencintai budaya sendiri dan dapat memberi makna melalui karyanya.

Haedar berharap almarhum Didi diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT. "Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," katanya.

Kenangan Ganjar Bersama Didi Kempot, Mudik Hingga Ambyar Bareng Jokowi

Tak hanya Ketua PP Muhammadiyah yang merasa kehilangan sosok Didi Kempot, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) pun merasakan hal yang sama. Di mata Ketua Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas, Almarhum Didi Kempot sebagai sosok orang baik.

"Dari pengenalanku, saya bersaksi Mas Didi Prasetyo alias Mas Didi Kempot adalah orang baik," kata Robikin kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Orang Baik

Dia mencontohkan penyanyi genre campursari itu memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Salah satunya ditunjukkan saat Almarhum menggelar konser amal untuk menggalang dana bagi korban bencana alam.

Tambahan 6 Kasus Positif Covid-19 DIY, dari Klaster Jemaah Gereja Jogja

Robikin menyebut penyanyi asal Ngawi, Jawa Timur, itu pernah ikut dalam dua kegiatan NU untuk penggalangan dana amal. Pertama Konser Amal untuk Korban Banjir Jakarta yang diselenggarakan Pagar Nusa NU di TMII, Jakarta, pada Januari 2020.

Kedua, kata dia, penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart itu juga turut serta dalam Konser Amal dari Rumah saat Pandemi Corona. Konser itu diselenggarakan Kompas TV pada April 2020. Dan seperti kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Indonesia kehilangan sosok Didi Kempot.

Kabar Baik, Hampir 200.000 ODP Covid-19 di Indonesia Sehat

"Kompas akhirnya menyerahkan sebagian hasil Konser Amal Mas Didi kepada PBNU untuk selanjutnya disalurkan NU Care Lazisnu kepada masyarakat terdampak Covid-19," kata dia.


Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini