top ear
Ilustrasi objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DIY. (Liputan6.com)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DIY. (Liputan6.com)

Monumen Didi Kempot Sempat Nyaris Dibuat di Nglanggeran Gunungkidul

Monumen Didi Kempot sempat hendak dibuat di Nglanggeran Gunungkidul, DIY.
Diterbitkan Minggu, 17/05/2020 - 12:18 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Istri kedua Didi Kempot, Yan Vellia, menyebut pembuatan monumen untuk mengenang mendiang suaminya sempat hampir terlaksana di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Monumen tersebut awalnya diwacanakan dibuat di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Komunitas petani di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran sempat menyampaikan keinginan membuat patung atau monumen Didi Kempot. Rencana tersebut disambut baik oleh pihak maestro keroncong tersebut.

"Sewaktu masih hidup, beliau mau dibikinkan patung di Nglanggeran," kata Yan Vellia kepada Detik.com, Sabtu (16/5/2020).

Objek wisata di Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY, itu semakin terkenal setelah dinyanyikan Didi Kempot dalam lagu Banyu Langit. Para petani sekitar merasa terbantu dengan semakin terkenalnya Nglanggeran.

Geger Penemuan Kerangka Mayat di Hutan Puhpelem Wonogiri, Ini Kata Camat

"Komunitas petani di sana merasa wisatanya maju pesat karena lagu Banyu Langit," ujar dia.

Dalam prosesnya, pembuat patung untuk monumen berencana mengukur badan pria bernama asli Didik Prasetyo alias Didi Kempot itu. Namun sebelumnya terlaksana, penyanyi berjuluk The Godfather of The Broken Heart meninggal dunia.

"Tapi belum jadi, karena mereka harus ketemu Mas Didi dulu. Tapi belum sempat ketemu," imbuh Yan Vellia.

1 Jemaah Masjid di Joyotakan Solo Kena Corona, 90 KK Isolasi Dijaga TNI/Polri

Sementara itu Wali Kota Solo, FX Rudy Hadyatmo, mengusulkan monumen Didi Kempot dibuat di beberapa lokasi di Kota Bengawan. Rencana tersebut disambut gembira oleh keluarga yanng merasa begitu terhormat.

"Suatu kehormatan karena Mas Didi dilegendakan, dimonumenkan. Kami menyerahkan kepada Pak Wali, apakah di Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Lokananta atau tempat lain," tutupnya.

Adapun lokasi monumen masih dipikirkan. Ada beberapa usulan, di antaranya di Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, dan studio musik Lokananta.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini