Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mitos Orang Pacaran di Candi Prambanan, Begini Kisah Awalnya..

Di Candi Prambanan ada mitos bagi orang yang berpacaran, begini kisah awalnya.
SHARE
Mitos Orang Pacaran di Candi Prambanan, Begini Kisah Awalnya..
SOLOPOS.COM - Candi Prambanan, Jogja (sumber : Eksotisjogja.com)

Solopos.com, SLEMAN — Candi Prambanan memang menjadi salah satu tempat andalan untuk menghabiskan waktu liburan bersama orang terkasih, baik itu keluarga maupun kekasih pujaan hati. Namun, tahukah Anda kalau di Candi Prambanan ada mitos yang ternyata bisa mengakhiri suatu hubungan asmara atau pacaran?

Candi Prambanan yang ada di Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu tujuan wisata utama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tempat wisata ini memiliki pemandangan yang indah beserta bangunan candi yang megah peninggalan abad ke-9 M.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Di balik kemegahan Candi Prambanan itu, ternyata ada mitos yang sampai saat ini dipercaya oleh masyarakat setempat. Dalam mitos itu, siapa pun sepasang kekasih yang masuk ke dalam Candi Prambanan maka cintanya akan kandas. Bahkan hanya hitungan beberapa hari saja setelah berkunjung ke candi tersebut.

Untuk itu, bagi sebagian orang yang mengetahui mitos tersebut, enggan untuk membawa pasangannya berkunjung ke Candi Prambanan.

Baca Juga: Laporkan Masalah Tender TPST Piyungan, Pria Sleman Diteror Berkali-Kali

Asal-Usul Mitos

Mitos orang pacaran akan putus di Candi Prambanan itu ternyata bersumber dari kandasnya cinta Bandung Bondowoso terhadap Roro Jonggrang.
Keberadaan Candi Prambanan ini tak lepas cerita dari Roro Jonggran dan Bandung Bondowoso. Dikutip dari perpusnas.go.id, pada zaman dahulu di Pulau Jawa terdapat dua kerajaan yang saling bertetangga yaitu Kerajaan Pengging yang diperintah Raja Pengging dan Kerajaan Prambanan yang diperintah Prabu Baka.

Prabu Baka berwujud raksasa yang bertubuh besar dan mempunyai kesaktian luar biasa. Prabu Baka terkenal kejam, namun ia mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.

Raja Pengging sudah lama merasa sedih karena rakyatnya sering diganggu bala tentara Kerajaan Prambanan. Ia ingin sekali menumpas para penguasa Kerajaan Prambanan, namun mereka terlalu kuat. Hingga akhirnya Raja Pengging memerintahkan putranya Raden Bandung untuk bertapa dan memohon kekuatan dari para dewa.

Kemudian Raden Bandung berhasil mendapatkan kesaktian berupa jin bernama Bandawasa. Kemudian namanya menjadi Raden Bandung Bondowoso.

Baca Juga: Lokasinya Dekat dengan Pasar Tradisional, Toko Modern di Sleman Ditutup

Berbekal kesaktiannya itu, Bandung mendatangi Prambanan bersama tentara Pengging dan berperang melawan pasukan Prambangan. Hingga akhrinya Bandung berhasil membunuh Prabu Baka.

Saat memasuki istana Prambanan, ia bertemu dengan Roro Jonggrang dan kemudian jatuh cinta kepadanya.

Roro Jonggrang tidak ingin diperistri oleh pemuda pembunuh ayahnya, namun ia tidak berani menolanya. Kemudian secara halus ia mengajukan syarat untuk membuatkan 1000 candi dalam waktu semalam apabila ingin mempersuntingnya.

Baca Juga: Mengenal Kelenteng Poncowinatan, Kelenteng Tertua di Jogja

Raden Bandung pun menyanggupinya. Segera setelag matahari terbenam, ia pergi ke tanah lapang yang tidak jauh dari Prambanan. Kemudian ia bersemadi dan memanggil Bondowoso yang merupakan jin peliharaannya. Kemudian 1000 candi itu pun berdiri seperti permintaan Roro Jonggrang. Tentunya dengan mengerahkan teman jinnya.

Roro Jonggrang kemudian mengendap-endap mendekati lapangan untuk melihat kerja Bandung dan ternyata permintaannya benar-benar terwujud. Kemudian ia berlari ke desa dan membangunkan para gadis di desa itu dan beramai-ramai memukul alu ke lesung, seolah-olah sedang menumbuk padi.

Mendengar suara orang menumbuk padi, ayam jantan di desa itu terbangun dan mulai berkokok bersahutan.

Padahal saat itu, Bandung Bondowoso berhasil membuat 999 candi dan sedang menyelesaikan pembangunan candi yang terakhir. Mendengar suara ayam berkoko, Bondowoso dan kawan-kawannya segera menghentikan pekerjaannya dan menghilang karena para jin mengira fajar telah tiba.

Baca Juga: Cegah Aksi Klitih, Jogja Terapkan Jam Malam untuk Anak-Anak

Raden Bandung yang melihat Bondowoso dan kawan-kawannya berlarian langsung bangkit dan semadinya dan bersiap-siap menyampaikan kegagalannya kepada Roro Jonggrang.

Namun, setelah beberapa lama menunggu, Raden Bandung merasa heran karena fajar tidak kunjung tiba. Ia lalu menyelidiki keanehan tersebut.

Mengetahui telah dipermainkan Roro Jonggrang, ia lalu mengutuk gadis itu menjadi arca. Sampai saat ini Arca Roro Jonggrang masih dapat ditemui di Candi Roro Jonggrang yang berada di kompleks Candi Prambanan. Bandung juga mengutuk para gadis di Prambanan menjadi perawan tua karena tidak seorang pun yang memperistri mereka. Dari kisah itu kemudian muncullah mitos di Candi Prambanan tentang orang berpacara itu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode