Mitos Hamil Anggur Bagi Perempuan Banjar yang Melanggar Pamali

Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, perempuan yang melanggar pamali dapat hamil anggur.
SHARE
Mitos Hamil Anggur Bagi Perempuan Banjar yang Melanggar Pamali
SOLOPOS.COM - Ilustrasi hamil. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Indonesia memiliki bermacam-macam suku yang tersebar di pelosok daerah, salah satunya Suku Banjar yang memiliki beberapa pamali atau larangan. Orang yang melanggar pamali Banjar disebut dapat jatuh sakit.

Suku Banjar sendiri merupakan salah satu Suku Melayu yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Suku ini menjadi suku terbesar di Kalimantan Selatan.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Suku Banjar yang dikenal religius memberikan pengetahuan soal akibat yang akan didapat jika tidak mematuhi pamali atau pantangan.

Baca Juga: Pamali Suku Banjar: Tidur di Tempat Imam Salat Dipindah Hantu Badak

Dikutip dari jurnal ilmiah milik Sri Wahyu Nengsih, Rabu (19/1/2022), masyarakat Banjar yang melanggar pamali akan jatuh sakit. Meski merupakan takhayul, pamali tersebut memiliki manfaat yang tersembunyi, salah satunya menjadi kontrol sosial.

Salah satu pamali yang dipercaya adalah anak gadis tidak boleh memakan bakal telur (uritan) saat sedang haid. Apabila melanggar pamali itu, perempuan tersebut kelak akan mengalami hamil anggur. Hamil anggur adalah kondisi kehamilan di luar kandungan.

Orang tua di Banjar biasanya akan menasehati anak perempuannya agar tidak melanggar pamali tersebut. Berikut isi pamali Suku Banjar tentang memakan uritan:

Baca Juga: Pamali Suku Banjar: Tidur di Tempat Imam Salat Dipindah Hantu Badak

Babinian nang masih datang bulan pamali mamakan amas hintalu ayam nang ada di dalam parut ayam nang disumbaleh, bisa kana panyakit batianan anggur. Artinya, perempuan yang masih haid jangan memakan kuning telur ayam yang ada di dalam perut ayam saat disembelih, nanti kena penyakit hamil anggur’.

Pamali tersebut memberi peringatan kepada para gadis agar tidak makan sembarangan sewaktu haid. Kondisi tubuh perempuan haid yang lemah membuat orang tua zaman dahulu khawatir akan kesehatan anaknya. Pamali tersebut pun memberikan pesan kepada para gadis agar berhati-hati memilih makanan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago