Miris, Ambulans PMI Sragen Sudah Keropos dan Gunakan Shock Bagasi Kayu
Solopos.com|soloraya

Miris, Ambulans PMI Sragen Sudah Keropos dan Gunakan Shock Bagasi Kayu

Datangnya Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu membuat para sukarelawan PMI Sragen bekerja ekstra keras. Mereka ikut melayani antarjemput pasien.

Solopos.com, SRAGEN -- Datangnya Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu membuat para sukarelawan PMI Sragen bekerja ekstra keras. Tidak hanya menangani korban kecelakaan lalu lintas, para relawan PMI Sragen juga melayani antarjemput pasien Covid-19 hingga mengantar jenazah positif corona ke pemakaman.

Untuk melaksanakan tugasnya, para relawan PMI Sragen ini didukung dua mobil ambulans masing-masing berjenis Toyota Hilux dan Toyota Kijang Kapsus. Untuk ambulans Toyota Hilux keluaran 2012 kondisinya masih layak digunakan. Namun, kondisi berbeda ditunjukkan ambulans jenis Toyota Kijang Kapsul.

Baca Juga: Awas Keblasuk! 14 Desa di Karanganyar Ini Punya Kembaran Tapi Jaraknya Jauh

Ambulans yang dibuat pada 2005 itu tergolong sudah uzur. Hal itu bisa dilihat dari permukaan cat yang sudah keropos. Cat sudah mengelupas di sana sini hingga terlihat besi bagian dalam yang berkarat. Kondisi tak kalah memprihatinkan terlihat pada bagian bagasi mobil ambulan itu.

Mobil ini sudah tidak dilengkapi shock hidrolik yang bisa dipakai untuk membuka pintu bagasi. Sukarelawan cukup mengandalkan dua batang kayu untuk menyangga pintu bagasi supaya selalu terbuka.

Bisa dibayangkan, bila kayu itu tersenggol oleh tandu, maka pintu bagasi itu akan menutup dan bukan tidak mungkin membahayakan keselamatan pasien. Dengan batang kayu yang dipakai untuk membuka pintu bagasi, sukarelawan bisa memasukkan pasien atau jenazah menuju bagian dalam ambulans.

“Memang ambulans itu sudah tua, tetapi tetap membawa berkah. Itu bantuan dari Pemkab Sragen pada masa Bupati Untung Wiyono,” jelas Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno, kepada Solopos.com, Jumat (11/6/2021).

Pinjam Ambulans

Suwarno mengakui ambulans berjenis Toyota Kijang Kapsul itu nyaris tidak berhenti dipakai setiap hari. Ada lebih dari 250 jenazah positif Covid-19 yang pemakamannya diantar menggunakan ambulans ini. Dua ambulans milik PMI Sragen itu, kata Suwarno, saat ini benar-benar dibutuhkan.

Kalau dua ambulans itu kebetulan sudah dipakai atau salah satunya dalam masa perawatan di bengkel, PMI Sragen terkadang harus pinjam ambulans milik organisasi atau lembaga lain.

Baca Juga: Waspada! Klaster Kudus Menyebar ke Sragen dan Wonogiri

“Kondisinya memang seperti itu. Sudah berulang kali kami sampaikan kepada pengurus [PMI] provinsi atau pusat, kondisi ambulans itu sudah mendesak diremajakan. Tapi, sampai saat ini belum ada respons. Padahal, keberadaan ambulans bersama relawan saat Pandemi Covid-19 ini sangat-sangat dibutuhkan masyarakat,” ucap Suwarno.

Meski sudah tergolong tua dan rutin dipakai setiap hari, Suwarno menyebut ambulans jenis Toyota Kijang Kapsul itu belum pernah mogok di jalan. Ini tidak lepas dari maksimalnya perawatan mesin dari mobil tua itu. “Tidak pernah [mogok]. Ibarat orang sakit sedikit ya harus langsung minum obat,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago