Minibus Terjun ke Sungai karena Sopir Mengantuk, 3 Penumpang Hilang
Solopos.com|news

Minibus Terjun ke Sungai karena Sopir Mengantuk, 3 Penumpang Hilang

Kapolsek Sumarorong, Iptu Hendrik, menduga kecelakaan akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi.

Solopos.com, MAMASA – Tiga penumpang hilang terbawa arus sungai setelah minimbus terjung ke jurang sedalam 50 meter di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Peristiwa ini terjadi di Jalan Poros Polewali-Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Sulbar, pada Selasa (4/5) sekira pukul 06.30 Wita. Minibus dengan pelat nomor DD 1348 SC itu dikemudikan Muhammar, 26.

Minibus melaju dari arah Mambi, Kabupaten Mamasa, tujuan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Mobil membawa sedikitnya 9 penumpang, beberapa di antaranya adalah anak-anak.

Digosipkan di Instagram, Nabila Javanica Kekasih Baru Kaesang?

Kapolsek Sumarorong, Iptu Hendrik, menduga kecelakaan akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi.

"Bermula kendaraan dari arah Mambi ke Polman, dia berangkat dari Mambi sekira jam 01.30 Wita atau setengah dua, di dalam perjalanan dia (sopir) mengantuk sehingga singgah di Sumarorong dan tertidur," jelas Iptu Hendrik kepada wartawan di lokasi kejadian.

"Setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke sini. Dia melihat ada bayangan di depan mata, hitam, setelah itu dia membelokkan stir ke kiri hingga akhirnya jatuh ke jurang dan masuk sungai," lanjutnya.

Miris! Perawat Cantik di Malang Dibakar Pria Tak Dikenal

 

Sisir Sungai

Saat kecelakaan terjadi, warga yang berada di lokasi kejadian bergegas memberikan pertolongan. Tujuh penumpang termasuk sang sopir berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat, sementara 3 penumpang lainnya, dua di antaranya anak-anak, dinyatakan hilang akibat terseret arus.

Korban hilang bernama Nur Indah, 30, serta pasangan kakak beradik Kaila, 12, dan Naila, 20.

"Adapun penumpang 10 orang termasuk sopir, 5 dewasa, 5 anak-anak. Anak-anak yang selamat ada tiga, yang tidak selamat ada dua umur 12 tahun dan 1 setengah tahun. Yang satu seorang ibu," terang Hendrik.

Survei Litbang Kompas: Jokowi, Prabowo, dan Anies 3 Besar Favorit Capres

Hingga kini upaya pencarian tiga korban yang hilang terseret arus sungai terus dilakukan. Selain melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, warga dan petugas juga terpaksa harus melakukan penyelaman di sungai berarus deras, kendati hanya menggunakan alat seadanya.

"Kendalanya, karena peralatan yang kurang, arus sungai yang luar biasa derasnya, sampai masyarakat yang saya turunkan betul-betul punya keberanian untuk turun ke dalam [sungai]," ujar Iptu Hendrik.

Menurut Hendrik, pasca kejadian, mobil yang mengalami kecelakaan sempat ikut terseret arus sungai hingga tidak terlihat. "Nanti masyarakat saya yang turun ke bawah, mengikat dan menarik mobil, mungkin ada sekitar tiga ratusan orang yang turun menarik," ungkapnya.

Boleh Naik Kereta Jarak Jauh saat Larangan Mudik, Ini Syaratnya

 

Operasi SAR

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Mamuju, Saidar Rahmanjaya, mengungkapkan pihaknya telah memberangkatkan satu tim Rescue Kansar Mamuju, untuk melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian.

"Kami berharap, dalam pelaksanaan operasi SAR kecelakaan penanganan khusus kali ini, 3 orang korban dapat segera ditemukan," katanya.

 




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago