Menyusuri 2 Terowongan Kuno di Klaten, Apa Isinya?

Warga menemukan dua terowongan kuno sepanjang tahun 2020 hingga 2021 yang lokasinya berada di Kecamatan Tulung dan Turucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Menyusuri 2 Terowongan Kuno di Klaten, Apa Isinya?
SOLOPOS.COM - Salah satu akses ke terowongan di bekas PG Tjokro Toeloeng di Cokro Kembang, Daleman, Tulung, Jumat (31/1/2020). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, KLATEN — Penemuan bangunan diduga terowongan kuno di Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, cukup menghebohkan warga. Meskipun demikian, ini bukanlah kali pertama ada penemuan terowongan kuno di Klaten.

Terowongan Cokro

Pada Januari 2020 lalu, dua warga menemukan terowongan kuno di Cokro, Tulung, Klaten. Terowongan itu diduga merupakan terowongan De Suiker Fabriek Tjokro Toelong alias terowongan Pabrik Gula (PG) Tjokro Toeloeng di zaman Belanda.

Terowongan ini berada sekitar 6,25 meter dari permukaan tanah dan terpendam di bawah permukiman warga. Panjanganya pun mencapai ratusan meter. Pangkal terowongan ini diduga berpusat di bekas PG Tjokro Toeloeng yang saat ini dibangun Pasar Cokro.

Penemuan terowongan ini kali pertama dilakukan Danang dan Wawan, 25 November 2019 lalu. Sehabis Salat Subuh, Danang menyusuri pinggiran Kali Pusur guna mendekati mulut terowongan. Waktu itu, Danang hanya mengamati mulut terowongan dari luar.

Baca juga: Kuliah Tatap Muka di UNS Solo Dimulai, Mahasiswa Baru Asal Soloraya Jadi Prioritas

Kondisi di mulut terowongan nyaris tertutup lumpur. Setelah itu, Danang bercerita ke tetangganya, Giyanto yang kemungkinan besar arah terowongan berada di bawah rumah mereka. Satu pekan berikutnya, Danang mengumpulkan warga di Cokro Kembang.

Dalam pertemuan itu dijelaskan, di bawah rumah warga terdapat terowongan yang berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Cokro. Di waktu selanjutnya, tujuh warga Cokro Kembang memberanikan diri masuk ke terowongan. Mereka memasuki mulut terowongan dengan cara merangkak.

Waktu itu mulut terowongan masih dipenuhi lumpur yang diduga berasal dari Kali Pusur. Sepanjang 17 meter, warga masih berjalan merangkak. Saat masuk ke terowongan, warga mempersenjatai diri dengan senapan angin, parang, sepatu boot, lampu halogen, parang, oksigen, helm, pisau.

Baca juga3 Bulan Buron, Begal Ojol Yadi di Baki Sukoharjo Akhirnya Ditangkap

Pada 1 Desember 2019, sebanyak 70 kepala keluarga (KK) gotong royong membuka akses terowongan yang dipenuhi lumpur tersebut.

Guna memudahkan menyusuri terowongan, Danang melubangi tanah di depan rumahnya. Lubang galian sedalam 6,25 meter itu tembus ke terowongan. Berbekal galian itu, warga bisa menyusuri terowongan tak harus melalui mulut terowongan yang ada di pinggir Kali Pusur.

Saat ini di dalam terowongan terdapat tiga blower (masing-masing berkekuatan 1.500 watt) dan delapan lampu penerangan. Di dinding terowongan tersebut masih berair.

Baca juga: 4 Penyebab Semarang Langganan Banjir Rob hingga Diprediksi Tenggelam

Terowongan Trucuk

Sementara pada Rabu (1/9/2021), warga yang menggali tanah untuk membuat pemancingan terkejut endapati sebuah bangunan yang mirip terowongan dipenuhi endapan tanah dan akar tumbuhan.

Terowongan memiliki diameter sekitar 2 meter dengan posisi menyudut ke barat laut. Strukturnya berupa batu bata merah yang permukaannya bertekstur halus.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Yuli Budi Susilowati mengaku sudah mendapatkan informasi terkait penemuan terowongan kuno itu dan segera mengecek ke lokasi.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago