Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Menuju Net Zero Emission, Ini Langkah SKK Migas

Selain mendorong peningkatan produksi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga melakukan program guna mendukung net zero emission.
SHARE
Menuju Net Zero Emission, Ini Langkah SKK Migas
SOLOPOS.COM - Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi, menunjukkan data produksi minyak dan gas secara nasional di kantornya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/6/2022).

Solopos.com, SURABAYA–Selain mendorong peningkatan produksi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang membawahi wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), juga melakukan program guna mendukung net zero emission.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi, menyampaikan selama ini mungkin banyak orang beranggapan sumber energi dari fosil merupakan salah satu yang mencemari dunia saat ini. Entah itu batu bara, minyak, maupun gas.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Tapi pada prinsipnya, kami di industri migas ini selalu mendukung program tersebut [net zero emission] untuk bisa pada 2060 nanti benar-benar tercapai zero emission,” kata dia saat ditemui Tim Timur Ekspedisi Energi 2022, Senin (20/6/2022).

Kegiatan Ekspedisi Energi 2022 digelar Solopos Media Group (SMG) dan didukung PT Adaro Energy Indonesia Tbk, SUN Energy, PT SHA Solo, Pertamina Patra Niaga, PT Geo Dipa Energi, Hyundai, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Pembangkitan Jawa Bali (PJB), SKK Migas Jabanusa, dan Dinas ESDM Jawa Tengah.

Terkait hal itu, Nurwahidi menyampaikan saat ini SKK Migas Jabanusa menggalakkan berbagai kegiatan atau konsep yang mengacu pada program ramah lingkungan.

“Kalau kita bicara mengenai industri hulu migas, ini sudah kami inisiasi dari awal bagaimana caranya supaya industri ini ramah lingkungan. Sebab, kita tahu kita harus patuh pada peraturan-peraturan terkait lingkungan, ada amdal yang selalu kita patuhi, baku mutu, dan sebagainya,” jelas dia.

Baca Juga: Bayar Nontunai Pakai MyPertamina di SPBU Mudah, Ini Tahapannya

Dia mencontohkan, sejauh ini SKK Migas Jabanusa terlibat dalam program penanaman pohon guna mengurangi kadar karbon di udara.

Hingga 2021, pohon yang ditanam SKK Migas Jabanusa bersama tujuh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mencapai 638.769 batang pohon berbagai jenis di lahan seluas 1.838 hektare (ha).

Pohon-pohon itu mampu menyerap karbondioksida (CO2) sekitar 11.400 ton/tahun. Selain itu, SKK Migas juga mengonversi sumber energi dari minyak ke gas.

Baca Juga: Canggih! Truk Tangki BBM Milik PT SHA Solo Ini Punya Sensor Antikencing

“Kami arahkan kalau bisa lebih banyak ke gas. Kalau minyak dianggap sebagai sumber penghasil karbon, maka perubahan dari minyak ke gas sebagai salah satu upaya mengurangi kadar karbon. Sebab, gas lebih ramah lingkungan,” imbuh dia.

Untuk mendukung hal tersebut, di sisi hulunya, pada industri-industri diharapkan bisa lebih banyak menggunakan sumber energi gas.

“Seperti pada pemenuhan kebutuhan listrik. Di sisi hulunya akan lebih banyak kami suplai sumber energinya melalui gas. Itu salah satu alternatif atau inovasi kami supaya lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Mengenai ketersediaan minyak dan gas, Nurwahidi menyebutkan pada 2050 diprediksi konsumsi minyak akan naik 139% dan konsumsi gas naik 298%.

Baca Juga: Ekspedisi Energi 2022 Dimulai, Ini Daftar Destinasinya

“Dari proporsi minyak dan gas pada 2050 persentasenya mungkin berkurang. Namun, dari sisi kuantitas atau jumlah, meningkat. Kalau kami lihat 2050 bisa mencapai 139% untuk peningkatan konsumsi dari minyak. Kemudian 298% konsumsi gas. Artinya, minyak dan gas dari prediksi kami akan meningkat untuk konsumsinya,” ucap Nurwahidi.

Untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan itu, SKK Migas Jabanysa memiliki empat langkah antisipasi. Pertama, yakni dengan mengoptimalkan produksi yang ada saat ini.

Kedua, melakukan percepatan dari cadangan-cadangan yang ada menjadi produksi dengan cara mempercepat semua proses. Ketiga, memanfaatkan teknologi untuk recovery dari minyak. Keempat, melakukan secara masif kegiatan eksplorasi dengan harapan menemukan cadangan minyak dan gas yang besar.

 

Ekspedisi Energi 2022

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode