Menkop: Koperasi Bisa Produksi Minyak Goreng Sendiri, Ini Tujuannya

Produksi minyak goreng yang dilakukan oleh koperasi standar harus dikecualikan dan tidak harus berwarna putih atau bening.

Newswire - Solopos.com
Selasa, 17 Mei 2022 - 08:15 WIB

SOLOPOS.COM - Minyak goreng (migor) curah yang dijual di salah seorang pedagang di Pasar Kota Wonogiri, Rabu (13/4/2022). (Solopos/Luthfi Shobri Marzuqi)

Solopos.com, JAKARTA–Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengidentifikasi sejumlah koperasi yang mampu memproduksi minyak gorseng sendiri.

Hal itu sebagai upaya alternatif penyediaan pasokan minyak goreng di kalangan masyarakat.

“Nah, standarnya yang harus dikecualikan ya,” ujar dia, Selasa (17/5/2022).

Teten menilai diperlukan waktu yang lama untuk mendorong koperasi agar mampu memproduksi minyak goreng dengan kuota yang cukup.

Namun, pihaknya optimistis upaya itu dapat segera diwujudkan pada tahun ini.

“Memang butuh waktu, mudah-mudahan tahun ini bisa. Di Sumatra akan ada piloting,” ucap Teten.

Dia menilai bahwa minyak goreng yang diproduksi rakyat sangat sehat bahkan bisa dipakai untuk program stunting atau gizi buruk.

“Sekarang ini kan banyak kasus minyak gorengnya itu putih kan kayak di-bleaching. Saya sedang mengusulkan minyak sawit diproduksi koperasi dan petani standarnya dibedakan, tidak harus putih, kuning, merah juga lebih sehat,” papar dia.

Teten menganggap minyak goreng buatan masyarakat yang sehat dapat menjadi salah satu bahan pangan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi stunting.

“Selain itu, produksi minyak sawit enggak kemudian didominasi usaha besar, tapi juga pelaku usaha kecil. Toh teknologi untuk produksi ini [minyak sawit] juga sudah murah kan,” jelas dia.

 

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif