Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Menko Airlangga Beberkan Kunci Penting Pemulihan Ekonomi Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44 persen (yoy) pada Q2 tahun 2022.
SHARE
Menko Airlangga Beberkan Kunci Penting Pemulihan Ekonomi Indonesia
SOLOPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Instagram/@airlanggahartarto_official)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan berbagai upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi membutuhkan peran dan kerja sama dari seluruh stakeholder.

Menko Airlangga mengajak masyarakat untuk terus optimistis dan mengoptimalkan peran di sektor masing-masing.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Hal ini untuk memberi berkontribusi dalam pemulihan ekonomi yang ujungnya bisa menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

Secara khusus, Airlangga mengakui peran media menjadi sangat penting untuk mewujudkan optimisme kestabilan sosial di masyarakat.

“Dengan bekerja sama, kita akan mampu memulihkan perekonomian nasional dan menjadi shock absorber berbagai gejolak yang ada. Saya berharap kita semua terus bekerja sama menciptakan optimisme untuk Indonesia ke depannya,” tutur Airlangga Hartarto, Senin (15/8/2022).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan kerja sama ini sudah mulai menunjukkan hasil positif karena perekonomian nasional terus menunjukkan optimisme dan keberhasilan.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Industri, Perdagangan, dan Investasi, Ini Hasilnya

Sebab, ekonomi nasional berhasil tumbuh di atas 5 persen pada tiga kuartal terakhir. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44 persen (yoy) pada Q2 tahun 2022.

Airlangga Hartarto menegaskan capaian positif tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang diambil pemerintah. Antara lain, dengan menyokong sektor manufaktur dan ekspor.

Kinerja positif tersebut juga didukung inflasi yang terkendali yaitu per Juli 2022 inflasi Indonesia 4,94 persen. Angka tersebut lebih baik dari Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen, Jerman 7,5 peren, dan Prancis yang mencapai 6,1 persen.

“Di tengah kenaikan harga-harga energi, Indonesia masih melakukan subsidi ataupun memanfaatkan kekuatan fiskal untuk menyerap sebagian daripada kenaikan harga pangan maupun energi. Sedangkan negara-negara lain melakukan “pass-through” yang berarti harga energi ditransmisikan kepada masyarakat,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Impresif, Dua Sektor Ini Jadi Penopang Utama

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan pemerintah masih mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp455,6 triliun pada 2022.

Anggaran ini untuk memulihkan ekonomi dan juga mendorong program untuk pengurangan kemiskinan ekstrem. Sementara itu, APBN secara keseluruhan diarahkan untuk menjadi shock absorber.

Pemerintah juga terus mengedepankan dan menjaga daya beli masyarakat karena sebagian besar ekonomi Indonesia juga bergantung kepada konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Investasi Rp27 Triliun akan Mengalir ke Kendal, Sedot 12.030 Pekerja

Menko Airlangga juga menjelaskan pemerintah terus menjaga dan mendorong pemulihan di berbagai sektor yang saat ini menjadi penghela. Yakni sektor industri, sektor perdagangan, sektor informasi komunikasi, serta sektor pertanian.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode