Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mengupas Ramsay Hunt Syndrome, Penyakit yang Dialami Justin Bieber

Ramsay hunt syndrome beberapa waktu terakhir ramai dibicarakan. Terutama saat penyakit yang menyerang sebagian saraf wajah ini juga menyasar seorang penyanyi beken Justin Bieber.
Mengupas Ramsay Hunt Syndrome, Penyakit yang Dialami Justin Bieber
SOLOPOS.COM - Justin Bieber belum lama ini mengaku mengalami Ramsay Hunt Syndrome. (Instagram @justinbieber)

Solopos.com, SOLO – Ramsay hunt syndrome beberapa waktu terakhir ramai dibicarakan. Terutama saat penyakit yang menyerang sebagian saraf wajah ini juga menyasar seorang penyanyi beken Justin Bieber.

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Amaludin Muzamil, menjelaskan biasanya kemunculan ramsay hunt syndrome akan diawali dengan gejala nyeri di daerah telinga, kemudian muncul ruam herpetic atau herpes di daerah telinga.

Dampak selanjutnya kemudian muncul gangguan atau kelemahan pada sebagian wajah. Biasanya kondisi ini muncul pada satu sisi wajah, sesuai lokasi keberadaan ruam.

Jika ruam ada di daerah telinga kanan maka gangguan akan muncul pada sebagian wajah sisi kanan, begitu pula sebaliknya. Menurutnya ramsay hunt syndrome biasanya menyasar pada saraf wajah.

“Selain saraf ketujuh [facial] yang bisa ke motorik seperti bagian dahi, kelopak mata, pipi sampai leher, bisa juga ke saraf sensorik pada lidah, kemudian langit-langit di tenggorokan sampai gangguan menelan. Juga bisa mengenai saraf kedelapan untuk keseimbangan tubuh dan pendengaran,” kata dia, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga: One Stop Dental Care Rumah Sakit JIH Solo, Atasi Tuntas Masalah Gigi

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Amaludin Muzamil (Bayu Jatmiko/Solopos)
Dokter spesialis saraf Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Amaludin Muzamil (Bayu Jatmiko/Solopos)

Dijelaskan, sindrom tersebut memiliki beberapa tingkatan. Pada tingkatan pertama, terjadi gangguan pada saraf sensorik. Tingkatan kedua terjadi gangguan sensorik dan motorik.

Untuk tingkatan ketiga terjadi gangguan sensorik, motorik serta keseimbangan. Selanjutnya tingkatan keempat terjadi gangguan sensorik, motorik, keseimbangan hingga pendengaran dan lainnya.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena adanya virus varicella-zoster, yakni virus penyebab cacar air. Ketika seseorang memiliki riwayat terpapar cacar air, akan ada kemungkinan terserang sindrom tersebut.

Sebab cacar air yang sebelumnya pernah dialami dan sembuh, virus masih berada di dalam tubuh atau di dalam sel saraf sehingga ketika daya tahan tubuh orang tersebut turun, virus di dalam badan sel saraf akan aktif kembali.

Baca Juga: Brain and Spine Center Rumah Sakit JIH Solo, Solusi Masalah Neurologis

Kemudian ketika cacar atau herpes itu muncul di sekitar telingga dan mengenai saraf ketujuh, akan muncul sindrom tersebut. Sebab saraf ketujuh yang berada di belakang telinga memiliki percabangan yang mengarah ke pipi, dahi, kelopak mata dan sebagainya.

Secara pasti, herpes tersebut tidak menyasar pada golongan umur tertentu. Namun menurut Amaludin, kasus sering terjadi pada usia antara 20-50 tahun. Meskipun kasus juga bisa muncul pada orang tua dan anak, hanya jumlahnya sedikit, bahkan menurutnya kasus itu jarang ditemui pada anak usia di bawah enam tahun.

Agar dampak dari kasus tersebut tidak semakin parah, maka harus secepatnya mendapatkan penanganan. Masyarakat harus waspada ketika muncul nyeri, panas kemudian memerah layaknya herpes pada sekitar telinga. Harus diingat pula apakah sebelumnya pernah memiliki riwayat cacar air.

Ketika ada gejala ini, segeralah melakukan konsultasi ke dokter. Amaludin mengatakan penanganan pada kasus tersebut akan menyasar pada ruam yang muncul. Selanjutnya penanganan juga menyasar pada komplikasi yang muncul, misalnya ketika terjadi gangguan pada saraf wajah dan lainnya.

Baca Juga: Dukung Wisata Kesehatan, RS JIH Solo Tawarkan Berbagai Layanan

“Jangan sampai berlarut, kalau terlambat misalnya dua sampai tiga hari, dampaknya akan lebih banyak. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan dokter lain, seperti dokter THT misalnya untuk mengetahui gangguannya seberapa parah dan untuk memberikan penanganan terbaik,” lanjut dia.

Dalam penanganannya, biasanya untuk ruam atau herpes akan sembuh lebih cepat. Namun untuk dampak lainnya perlu mendapatkan penanganan melalui terapi. “Kemungkinan sembuhnya 70%. Untuk yang 30% sembuh dangan gejala sisa,” kata dia.

Menurutnya antisipasi yang dapat dilakukan agar terhindar dari sindrom tersebut adalah dengan vaksinasi cacar air. Baik yang belum terkena cacar air maupun yang sudah. Menurutnya dengan vaksinasi sampai ke vaksin booster dapat memperbaiki daya tahan tubuh dan bisa mengurangi potensi terkena cacar air sekitar 96%.

Baca Juga: Sering Memakai Headphone, Ini Saran Dokter THT RS JIH

Dokter Amaludin mengatakan di JIH Solo pun saat ini juga tengah menangani kasus serupa. “Ada dari Klaten, kami diagnosis dengan ramsay hunt syndrome. Pasien laki-laki berumur 66 tahun. Di [sekutar telinga] bagian kiri, ada herpes. Ini ruam 12 hari sudah hilang, tinggal gangguan pada wajah yang sudah berangsur-angsur membaik. Kami lakukan terapi kemudian akupunktur dan TMS periver,” jelas dia.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengakses layanan, bisa langsung ke Rumah Sakit JIH Solo di Jl. Adisucipto No. 118, Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo. Didukung oleh dokter, perawat, paramedis, dan staf yang profesional dan ramah dalam melayani pasien, JIH juga memiliki peralatan medis modern dan terbaru.

RS JIH Solo juga bisa dihubungi lewat email : infosolo@rs-jih.co.id, nomor telepon (0271) 746 9100, Gawat Darurat : 1-500-805, Whatsapp : +62811500805, Website: www.rs-jih.co.id/rsjihsolo, Instagram: @rs.jihsolo, Tiktok: @rsjihsolo, Facebook: @rsJIHSolo, Youtube: RS JIH Solo, serta Twitter @rsJIHSolo.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terpopular
    Indeks Berita
    Berita Terkini
    Indeks Berita
    Part of Solopos.com
    Punya akun? Silahkan login
    Daftar sekarang...
    Support - FaQ
    Privacy Policy
    Tentang Kami
    Kontak Kami
    Night Mode