[x] close
top ear
ilustrasi cabin fever( freepik)
  • SOLOPOS.COM
    ilustrasi cabin fever( freepik)

Mengungkap Gejala dan Cara Mengatasi Cabin Fever, Sindrom Akibat Lamanya Isolasi

Di tengah anjuran untuk tetap di rumah saja, waspadai munculnya gejala cabin fever atau demam kabin. Seperti kita tahu, akibat pandemi virus corona di beberapa negara termasuk Indonesia, pemerintah terus menekankan anjuran untuk #dirumahaja.
Diterbitkan Rabu, 6/05/2020 - 07:48 WIB
oleh Solopos.com/
4 menit baca

Solopos.com, SOLO--Di tengah anjuran untuk tetap di rumah saja, waspadai munculnya gejala cabin fever atau demam kabin.

Seperti kita tahu, akibat pandemi virus corona di beberapa negara termasuk Indonesia, pemerintah terus menekankan anjuran untuk #dirumahaja.

Mungkin banyak dari kita yang sudah berhari-hari bahkan sebulan lebih menghabiskan waktu berdiam diri di rumah. Situs Health Line mengabarkan bahwa aktivitas yang dibatasi di dalam rumah ini bisa menimbulkan cabin fever atau demam kabin.

Sesuai dengan namanya, sindrom ini merupakan masalah kesehatan mental yang ditandai dengan stres berkepanjangan dan trauma berat akibat terlalu lama di rumah. Gejala ini akan cepat dirasakan oleh seorang extrovert, orang yang suka bepergian, dan orang-orang yang tidak betah dirumah. Nah dari pada Anda menduga-duga, lebih baik simak ulasan tentang pengertian, gejala dan cara mengatasi cabin fever seperti melansir dari Health Line, Kamis (23/4/2020):

Update! Positif Covid-19 Madiun Naik 100%, Seluruh Kasus Baru Santri Temboro

Pengertian

Cabin fever adalah suatu gejala atau kondisi dimana seseorang merasa tidak bahagia dan bosan karena terlalu lama berada dalam suatu ruangan atau rumah. Kendati demikian, cabin fever bukanlah suatu diagnosis penyakit psikologis, gangguan ini hanya bentuk dari perasaan atau respons seseorang terhadap keadaan yang dialaminya.

Walaupun cabin fever tidak diakui sebagai gangguan psikologis, namun kesedihan dan emosi yang mereka rasakan bersifat negatif dan berpotensi menyulitkan aktivitas penderitnya. Gejala cabin fever jauh melebihi perasaan bosan atau terjebak di rumah, karena hal ini berakar dalam perasaan isolasi yang intens.

Gejala

Jika Anda merasa sedih, tertekan, dan tidak nyaman selama physical distancing atau pembatasan fisik, kemungkinan Anda terkena cabin fever cukup besar. Selain itu gejala seperti kegelisahan, tidak bersemangat, rasa putus asa, kelelahan, sulit tidur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, mudah stres, pola tidur tidak teratur, mudah mengantuk tapi susah tidur serta cenderung tidak sabaran, juga merupakan gejala apabila Anda mengalami cabin fever.

Cara Pencegahan

Namun tidak perlu khawati Anda dapat melakukan beberapa cara pencegahan seperti yang disarankan oleh situs Very Well Mind berikut ini:

Berjemur

Selain untuk menyehatkan tubuh, berjemur juga dapat membantu mencegah gejala cabin faver, hlo. Lakukan kegiatan ini saat pagi menjelang siang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00. Entah dari balkon, jendela, halaman, atau taman rumah Anda, pastikan sinar matahari tersebut dapat langsung diserap tubuh. Manfaat dari sinar matahari lewat Anda berjemur ini dapat membantu siklus alami tubuh dan melepaskan endorfin sehingga rasa stres berkurang.

Didi Kempot Meninggal Dunia, Seniman Solo Ungkap Sisi Dermawan Sang Mestro Campursari

Berolahraga

Selain berjemur, untuk meningkatkan imunitas tubuh serta mencegah gejala-gejaka cabin faver, penting bagi Anda untuk melakukan olahraga rutin walaupun sedang #dirumahaja. Olahraga tidak harus keluar rumah, Anda dapat melakukan olahraga di dalam rungan seperti senam atau yoga, Anda dapat menonton tutorial-nya dari Youtube.

Jaga komunikasi

Walaupun sedang melakukan physical distancing bukan berarti Anda harus menjauh dair kehidupan sosial. Anda tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga atau teman lewat pesan, panggilan suara atau bahkan video call. Berhubungan dengan orang lain yang berada dalam situasi serupa juga menyadarkan bahwa Anda tidak sendirian.

Lakukan hobimu di rumah

Sedang terisolasi bukan berarti tidak dapat melakukan sesuatu yang Anda sukai. Justru, manfaatkan waktu ini untuk melakukan hobi yang selama ini Anda tunda karena pekerjaan. Hal ini akan membantu menangkal perasaan bosan atau gelisah sehingga waktu lebih cepat berlalu. Atur me time Anda dengan menonton film, drama korea, mendengarkan musik idola favorit, belajar menu masakan baru, membaca buku atau lain sebagainya.

Kurangi mengonsumsi makanan cepat saji

Makanan cepat saji dikenal tinggi gula dan garam yang dapat memengaruhi tingkat energi dan semangat Anda. Konsumilah makanan bergizi yang mengandung omega-3, vitamin B12, dan vitamin D misalnya ikan salmon yang dipercaya dapat memperbaiki suasana hati atau mood Anda. Tak heran menjaga gizi seimbang ditambah dengan minum air putih yang banyak bisa membuat tubuh Anda lebih bahagia.

Lakukan kegiatan yang mengasah otak

Walaupun sedang terisolasi dirumah bukan berarti Anda tidak bisa melakukan kegiatan apapun. Menurut para ahli cabin fever, dapat dicegah dengan terus merangsang kerja otak. Lakukan kegiatan seperti, mengisi teka-teki silang, bermain catur, atau membaca buku sebab aktivitas yang memicu pikiran dapat membuat otak bergerak maju dan akhirnya mengurangi perasaan terisolasi dan tidak berdaya.

Konsultasi ke dokter atau psikolog

Jika Anda masih merasakan emosi negatif atau depresi  yang mungkin gejala cabin fever, walaupun sudah berusaha melakukan penanganan, maka sebaiknya Anda menghubungi ahli yang berpengalaman. Anda dapat berkonsultasi kepada dokter, psikolog, atau psikiater jika gejala yang dialami memburuk hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.


Editor : Profile Anik Sulistyawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini