top ear
Ilustrasi Kakbah (Okezone)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Kakbah (Okezone)

Mengungkap Fenomena Langka di Mekah, Pertanda Apa?

Baru-baru ini beredar video di media sosial yang menangkap fenomena langka di Kota Suci Mekah, Arab Saudi. Dalam video tersebut tampak sekelompok burung berwarna putih terbang teratur mengelilingi Kakbah seolah sedang melakukan tawaf.
Diterbitkan Jumat, 27/03/2020 - 05:31 WIB
oleh Solopos.com/Ria Sari Febrianti
4 menit baca

Solopos.com, SOLO-- Baru-baru ini beredar video di media sosial yang menangkap fenomena langka di Kota Suci Mekah, Arab Saudi. Dalam video tersebut tampak sekelompok burung berwarna putih terbang teratur mengelilingi Kakbah seolah sedang melakukan tawaf.

Sampai saat ini belum ada yang dapat menjelaskan dari mana asalnya segerombolan burung-burung putih yang mengelilingi kakbah pada Kamis, (12/3/2020) waktu setempat itu. Fenomena langka tersebut juga sempat terekam oleh Emanchanneltv, salah satu stasiun televisi muslim.

Dapat dipastikan kawanan burung tersebut bukan berasal dari sekitar kawasan Masjidil Haram. Dari warnanya saja sudah beda, burung yang ada di Masjidil Haram berwarna kombinasi abu-abu dan warna hitam. Sedangkan yang terlihat dalam video berwarna putih.

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini, Masjidil Haram resmi ditutup total dari kunjungan peziarah umrah. Bahkan, Kabah yang menjadi arah kiblat umat Muslim dunia karena kebijakan pemerintah Arab guna mencegah penyebaran wabah virus corona di sana.

Fenomena langka merupakan hal yang sulit diprediksi, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja pada saat yang tidak diduga. Namun fenomena langka tersebut juga menjadi salah satu pembuktian kekuasaan Tuhan yang begitu hebat dalam menciptakan alam semesta beserta isinya. Berikut rangkuman fenomena langka yang pernah terjadi di Kota Mekah seperti dirangkum dari berbagai sumber, Jumat  (27/3/2020) :

Tambah 1, Total Pasien Corona Meninggal Di RSUD Dr. Moewardi 4 Orang

Bulan Berada Tepat di Atas Kakbah

Fenomena langka pertama yang terjadi di Kota Mekah, Arab Saudi yakni, bulan terlihat tepat berada di atas Kakbah pada Senin pagi (26/11/2018). Dikutip dari laman Saudigazette.com.sa, Rabu (18/3/2020) Presiden Asosiasi Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahira, fenomena langka itu bisa dilihat masyarakat Kota Makkah dengan mata telanjang.

Posisi bulan terlihat vertikal di atas Masjidil Haram, di depan rasi bintang-bintang kembar. “Fenomena ini membantu Muslim dari berbagai penjuru dunia untuk membenarkan arah kiblat,” terang Majed Abu Zahira. Fenomena ini sama dengan fenomena matahari yang dua kali dalam setahun berada persis di atas Kabah.

Sehingga bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat."Ketika keselarasan ini terjadi, Kakbah tidak membentuk bayangan," pungkas Majed Abu Zahira. Fenomena ini sama dengan fenomena matahari yang dua kali dalam setahun berada persis di atas Kabah. Sehingga bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat.

Mekah Diserang Jutaan Jangkrik dan Belalang

Pada awal bulan 2019 ribuan hingga jutaan jangkrik dan belalang menyerbu Masjidil Haram, di Kota Suci Mekah, Arab Saudi. Tak hanya itu, serangga yang entah dari mana datangnya itu juga menyerang rumah-rumah warga.

Media Gulfbussiness, memberitakan fenomena langka itu terjadi selama sepekan. Video dan foto jutaan jangkrik di Masjidil Haram juga sebelumnya telah ramai dibagikan melalui unggahan media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jangkrik dan belalang berwarna hitam itu berada di lantai, tembok, dan tiang masjid. Terlihat juga banyak jangkrik yang merayap ke pakaian para jemaah.

Bunyi suara hewan pengerik itu terdengar nyaring dalam salah satu video. Seakan tidak terganggu dengan keberadaan jangkrik-jangkrik, beberapa Jemaah justru terlihat santai duduk-duduk di lantai masjid.

Jacky Judas, penasihat masalah lingkungan di WWF dan lembaga pelestari alam Emirates Nature, juga mengaku terkejut dengan fenomena ini. Dia tidak tahu pasti penyebabnya. “Mungkin mereka lolos dari kandang peternakan jangkrik dan menyebar dalam jumlah besar, atau mungkin ada kondisi khusus yang mendorong peningkatan jumlah dan perkembangbiakan mereka. Tapi saya tidak tahu pasti," terang Jacky Judas.

Untuk membersihkan serangga-serangga tersebut, Makkah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 orang untuk membasi serangga-serangga itu. Mereka membawa sekitar 111 alat pembasmi.

Dalam berbagai foto maupun video yang beredar, tim ini menyemprotkan asap di Masjidil Haram dan sekitarnya sehingga membuat jangkrik-jangkrik itu mati. Sementara petugas lainnya menyapu bangkai-bangkai serangga itu.

Perantau Wonogiri Pulkam, Bupati: Langsung Data Dan Periksa Jika Sakit!

Hujan Deras Guyur Jemaah Haji

Momen langka dirasakan para jemaah haji tahun lalu. Di tengah pelaksanaan wukuf di Arafah tiba-tiba hujan deras mengguyur Kota Suci Makkah tersebut. Dikutip dari Detik.com hujan yang turun pada Senin (6/8/2019) sekitar pukul 3 dini hari itu membuat para jemaah makin giat untuk meneruskan serangkaian ibadah haji lainnya.

Menurut petugas biro perjalanan Maktour yang mendampingi jemaah haji khusus Indonesia, menjelang agenda wukuf di Arafah memang kerap kali jemaah mendapat berkah curahan hujan walaupun sepanjang hari cuaca panas terik begitu terasa sampai ke kulit.

"Jadi ibarat berkah bagi jemaah, jadi adem hawanya. Bahkan pernah ketika tenda dan karpet sudah siap untuk wukuf di Arafah, tiba-tiba hujan besar disertai angin datang. Tapi tak apa-apa, meski jadi basah semua, kita anggap ini berkah dan bisa dibangun lagi sesuai jadwal,” jelasnya.

Editor : Profile Anik Sulistyawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait