Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mengenal Upacara Tumplak Punjen Seperti dalam Pernikahan Kaesang-Erina

Sebelum mengenal tumplak punjen, ketahui terlebih dahulu bahwa sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengadakan upacara ini.
SHARE
Mengenal Upacara Tumplak Punjen Seperti dalam Pernikahan Kaesang-Erina
SOLOPOS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan upacara tumplak punjen saat pernikahan putra bungsunya, Luqman Indra Pambudi, beberapa waktu lalu. (Instagram @smindrawati)

Solopos.com, SOLO-Untuk lebih mengenal budaya Jawa, tak ada salahnya mengetahui apa itu upacara tumplak punjen seperti yang akan dilakukan dalam acara ngunduh mantu pernikahan Kaesang PangarepErina Gudono di Loji Gandrung.

“Tema yang sudah di-approve adalah Mataram Islam. Kenapa Mataram Islam? Karena Mataram Islam merupakan cikal bakal Keraton Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta. Di Loji Gandrung itu prosesi adat, salah satunya sungkeman dan tumplak punjen,” papar pemiliki Asmoro Decoration, Ranu Asmoro, dikutip dari kanal Youtube Berita Surakarta pada Selasa (6/12/2022).

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Asmoro  Decoration dipercaya untuk menggarap dekor perhelatan tersebut. Sedangkan acara ngunduh mantu akan diadakan di Loji Gandrung pada 11 Desember 2022.

Baca Juga: Tumplak Punjen Warnai Ngunduh Mantu Pernikahan Kaesang-Erina Gudono

Sebelum mengenal tumplak punjen, ketahui terlebih dahulu bahwa sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengadakan upacara ini.

Putra Bungsu Sri Mulyani Indrawati, Luqman Indra Pambudi, baru saja mengadakan upacara pernikahan pada Minggu (24/7/2022). Momen upacara pernikahan beradat Jawa tersebut juga baru-baru ini diunggah oleh Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya.

Dari unggahan tersebut, tampak Sri Mulyani membagikan momen upacara tumplak punjen, yang merupakan bagian dari rangkaian pernikahan adat Jawa. Sembari membagikan beberapa potret perjalanan sang putra, Menteri Keuangan RI tersebut juga menyematkan caption yang sarat akan makna.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: Siapa Saja yang Boleh Jadi Wali Nikah Seperti Kakak Erina Gudono

“Minggu lalu, dalam prosesi pernikahan adat Jawa putra bungsu kami, dilakukan upacara TUMPLAK PUNJEN. Bahasa Jawa Tumplak berarti menuang/tumpah. Punjen berarti pundi-pundi simbol dari hasil jerih payah orang tua,” terang Sri Mulyani dikutip Solopos.com dari Instagram @smindrawati pada Selasa (6/12/2022).

Sri Mulyani menjelaskan upacara tumplak punjen adalah bentuk simbolis orang tua memberikan bekal terhadap anak mereka sebelum mereka mengarungi bahtera rumah tangganya sendiri.  “Tumplak Punjen berisi wejangan (nasehat) orang tua kepada anak keturunannya agar dalam menjalani hidup memiliki sikap rajin bekerja, Amanah, menjaga kebahagiaan dan kesehatan dan selalu jujur, tidak tamak, sabar ridho dan ikhlas dalam menjalani hidup,” jelas Sri Mulyani.

Secara lebih lanjut, Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa upacara tumplak punjen sekaligus menjadi simbol bahwa sang orang tua telah melepas sekaligus menyelesaikan tugas pamungkasnya sebagai orang tua dalam menjaga hingga menikahkan seluruh putra-putrinya.

Untuk lebih mengenal tumplak punjen, ketahui terlebih dahulu upacara ini secara filosofis mengandung makna sebagai ungkapan syukur kedua orang tua kepada Tuhan YME karena telah selesai menunaikan kewajibannya dalam menjaga seluruh anak mereka sebagai titipan dari Tuhan.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Untuk diketahui, upacara ini sudah mulai ditemukan sejak zaman kerajaan Majapahit pada tahun 1293 Masehi. Kemudian upacara ini terus berkembang dan diakulturasikan dengan budaya Islam pada zaman kerajaan Mataram Islam tepatnya pada tahun 1700 Masehi.

Baca Juga: Kenali Manfaat Pingitan Jelang Pernikahan Seperti Dilakoni Erina Gudono

Sedangkan dikutip dari skripsi berjudul Istilah-Istilah dalam Perkawinan Adat Jawa Bubak Kawah dan Tumplak Punjen di Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo, Selasa (6/12/2022), tumplak punjen berarti menyerahkan harta kekayaan orang tua kepada semua anaknya atau memberikan tambahan material “sangu” untuk kehidupan keluarganya.

Dulu berupa uang logam, tetapi sekarang biasanya berupa amplop dan dibagikan pada saat upacara ini berlangsung. Acara Tumplak Punjen mengandung makna rasa syukur dan bahagia orang tua mempelai karena telah berhasil menikahkan semua anaknya, serta dapat memberikan kekayaan yang dimiliki kepada semua anaknya sebagai bekal penghidupan keluarganya.

 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode