Mengenal Bahaya yang Timbul Akibat Letusan Gunung Berapi Seperti Semeru

Bagi warga yang hidup di sekitar harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya letusan gunung berapi.
Mengenal Bahaya yang Timbul Akibat Letusan Gunung Berapi Seperti Semeru
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Gunung Meletus. (Instagram/@lawuviasingolangu)

Solopos.com, SOLO-Bahaya bencana alam seperti letusan gunung berapi seperti yang terjadi pada Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, wajib diwaspadai. Bencana alam ini tidak bisa dilawan, namun bisa diantisipasi.

Bagi warga yang hidup di sekitar harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya letusan gunung berapi. Lantas, apa yang seharusnya bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah bencana letusan gunung berapi terjadi? Simak tips-tipsnya dalam artikel ini.

Sebelum mengetahui segala persiapan yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah bencana letusan gunung berapi terjadi, Anda harus pahami dulu bahaya yang nantinya akan timbul akibat letusan gunung berapi.

Berikut ini bahaya-bahaya yang akan timbul akibat letusan gunung berapi seperti dikutip dari hellosehat.com pada Minggu (5/12/2021):

– Aliran lava. Lava adalah magma yang meleleh ke permukaan bumu melalui rekahan, suhunya bisa mencapai lebih dari seribu derajat celsius dan dapat merusak segala bentuk insfrastruktur di sekitarnya.

Baca Juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir Lahar Gunung Semeru, Ini Foto-Fotonya

– Awan panas. Awan panas adalah aliran material vulkanik panas yang terdiri atas batuan berat, ringatn (berongga), larva massif dan butiran klastik yang pergerakkan dipengaruhi oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui lembah.
– Gas beracun. Gas beracun adalah gas vulkanik yang dapat mematikan seketika apabila terhirup dalam tubuh. Gas beracun ini adalah karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam hidroklorida (HCL), asam flourida (HF), dan asam sulfat (H2SO4).
– Lahar letusan. Lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang mempunyai danau kawah dan terjadi bersamaan ketika letusan.
– Abu vulkanik. Abu vulkanik atau disebut juga sebagai jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan gunung api.

Bersiaplah untuk berlindung dan mengungsi ke tempat yang biasanya sudah disiapkan oleh petugas berwenang sebelumnya. Perhatikan baik-baik rencana evakuasi dan perlindungan untuk untuk diri Anda sendiri dan keluarga setelah gunung berapi dikatakan bersatus siaga. Tinjau ulang rencana tersebut dan pastikan setiap orang memahaminya.

Jangan lupa, susunlah perlengkapan darurat dalam satu tas sehingga saat terjadinya letusan Anda dan keluarga bisa langsung bersiap untuk proses evakuasi tanpa harus memikirkan barang apa saja apa yang harus dibawa. Namun ingat, karena perlengkapan darurat, Anda disarankan membawa hal-hal yang paling penting saja, misalnya:

Baca Juga: BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Warga Terluka akibat Erupsi Semeru

– Senter dan baterai ekstra
– Kotak P3K
– Makanan darurat dan air
– Masker (usahakan pilihlah masker jenis N 95 karena mampu menghalangi 95 persen partikel yang masuk ke saluran pernapasan)
– Kacamata
– Kantung tidur

Baca Juga:  Cerita Kampung Renteng Jadi Lautan Debu, Tertimbun Abu Gunung Semeru

– Pakaian hangat
– Radio yang menggunakan baterai. Radio dengan baterai lebih disarankan karena saat listrik padam, Anda masih bisa mengandalkan radio. Memantau informasi lewat media berguna untuk menentukan langkah selanjutnya.

Selain perlengkapan, Anda juga harus memikirkan beberapa jalur alternatif atau jalur evakuasi untuk menuju zona aman karena letusan gunung berapi biasanya datang secara tiba-tiba.

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago